Pelet Bulu Perindu | Pelet Jarak Jauh

24 Nov

bp2

Bulu perindu adalah media pelet super ampuh yang tidak bisa di ragukan lagu khasiatnya, dengan media bulu perindu Insha Allah masalah asmara anda yang kandas akan hilang selamanya, Bulu perindu sangant ampuh untuk pemikat lawan jenis, mengembalikan pasangan yang selingkuh, pengasihan , pelarisan, wibawa, pekerjaan, rezeki dari 8 penjuru mata angin, dengan memakai media bulu perindu aura anda akan hidup dan bersinar kembali, karena power kekuatan bulu perindu menyelimuti tubuh anda, bulu perindu sangat aman di gunakan dan tanpa epek samping, cukup di simpan di dompet dan di bawa kemanapun anda pergi, bulu perindu ini sangat kecil dan simpel tidak perlu repot dalam membawanya, tata cara pemakaiannya pun sangat mudah, dan anda tidak perlu ketemu dengan target yang mau di taklukkan,

Cara pemakaian bulu Perindu :
ambil bulu perindu yang kami berikan lalu kemudian letakkan di bawah bantal tidur anda, kemudian cukup sebut nama target sambil membayangkan wajahnya, kemudian kamu tinggal berangkat tidur.

Cara kerja bulu perindu adalah sebagai berikut :
saat anda menyebut namanya/ target sewaktu anda saat mau tidur maka saat itu juga target akan terbayang , teringat dengan anda, dan saat anda tidur maka di situlah power bulu perindu itu bekerja, Bulu perindu akan membuat target anda bermimpi mesra dengan anda, mimpi bercinta dan sebagainya, maka dari itu secara alamiah dan proses bawa sadarnya akan membuatnya semakin rindu dengan anda, bermesraan dan sebagainya, Bisa anda bayangkan, jika kita sendiri yang mengalami mimpi dengan seseorang, mimpi mesra, bercinta selama & hari berturut turut, bisa kamu jawab sendiri apa yang bakal terjadi.

Sedangkan bulu perindu juga sangat cocok buat pekerjaan apapun jenisnya, karena setiap pemakai bulu perindu akan mempunya aura yang menawan, setiap mata yg memandang akan terpesona dengan anda,
Sedangkan untuk rezeki akan lancar karena siapapun yang berhubungan dengan kita merasa nyaman dan senang.
sedangkan mahar Bulu perindu terbagi dua tingkatan, tingkat 1 dan tingkat 2, masing masing tingkatan ada kelebihannya masing-masing,
Untuk Tingkat 1 maharnya adalah 250 ribu rupiah, ditambah ongkos kirim 50 ribu rupiah, untuk mahar tingkat satu ini di gunakan buat yang masih jomblo, alias belum punya pacar, jadi sangat ampuh untuk menggaet pasangan, dan juga buat seperti yang saya sebutkan di atas tadi, pelarisan, pengasihan, pekerjaan, pesona diri, aura, dan banyak lagi yang berhubungan dengan bulu perindu,

Untuk tingkat 2 maharnya 500 ribu rupiah diatambah ongkos kirim 50 ribu rupiah dan totalnya adalah 550 ribu rupiah, Untuk khasiat bulu perindu tingkat 2 ini adalah mengembalikan pasangan /pacar/suami/istri yang selingkuh atau pergi dan yang sudah tidak cinta lagi, dan pastinya juga ada khasiat lainya, seperti di atas juga. seperti pelarisan, pengasihan, pekerjaan, pesona diri, aura, dan banyak lagi yang berhubungan dengan bulu perindu,

Bulu perindu di bebas dipakai semua agama dan bebas pantangan, dan bisa juga di pakai buat pasangan sejenis.
Untuk pemesanan bulu perindu
silakan transfer mahanya sesuai dengan mahar tingkatan yang anda inginkan tingkat satu apa tingkat dua,
Transfer mahar ke Bank BCA rek 7985057818
atas nama MESRIADI
setelah transfer harap konfirmasi sms ke no 0821-6748-0696
( Mesriadi ) pin BB 295BB9A9
sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu.
Bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA TIKI (titipan kilat) JNE, POS INDONESIA
Paket pengiriman anda dapat di lihat di

http://www.posindonesia.co.id

http://www.jne.co.id

dengan cara memsukkan nomor barcode/resi pengiriman
yang akan kami berikan kepada anda melalui email/sms
NB: untuk pemohon agar terlbih dahulu mengirimkan sms ke no 0821-6748-0696
terima kasih.
NB: jika 2 kali panggilan telepon tidak diangkat harap maklum berarti kami sedang sibuk, silakan tinggalkan pesan.
Dijamin 100% aman, sudah teruji dan terbukti.
Tanpa Puasa, Ritual, Amalan, dan Bebas Pantangan
Anda bisa mewariskannya sampai anak cucu
Tes Keaslian Bulu Perindu
Jika di tetesi / dibasahi air dan di letakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjub kan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat – geliat laksana seekor cacing.
Sepasang Bulu Perindu jika di dekatkan / dipertemukan ujung – ujungnya, secara ajaib akan berangsur – angsur saling menjauh.
Sekedar informasi kami telah megirimkan bulu perindu sampai ke luar negeri,
dan semua produk bebas ongkos kirim kecuali ke luar negeri kena tambahan biaya 250.000,-

.
Sekelumit kisah Bulu Perindu
BULU PERINDU

Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk “pegangan”.
Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.
Tidak lama kemudian, melahirkanlah ia dengan bahagia, ada beberapa anak rupanya yg telah ia lahirkan. ketika anak2nya lapar dan perlu makanan, pergilah sang induk burung dengan
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.
Sampai saatnya si anak burung dewasa. Mulailah latihan2 mengarungi angkasa. yang karena semangat terbangnya, si anak burung jadi lupa untuk segera pulang.
Namun Sang induk burung sudah begitu yakin. Cukup dengan memegang Bulu Perindu pd sarang tersebut, kemudian ia membaca mantera berupa siulan dan jeritan tajam, maka dipastikan semua anak2nya yg pergi terbang jauh, semuanya terpanggil dan tidak ada yg bisa melawan, semuanya datang kembali..
Wassalam Mesriadi

Harap juga di pahami tidak semua yang memakai bulu perindu ini berhasil, kita hanya berusaha semampu yang kita perbuat dan semuanya tentulah kembali kepada Allah SWT yang mengabulkan semua keinginan dan tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita.

testimonial-table-head1
“Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara,jodoh,perselingkuhan,agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha,Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi”
“Saya tidak tahu lagi harus mengucapkan apa, kecuali mengacungkan kedua jempol saya untuk Bulu Perindu Sukma Milik Bapak adi, dalam tempo 7 hari saja istri saya yang selingkuh dengan pria lain kembali ke pelukan saya serta memohon ampun dan sungkem kepada saya,
dengan membaca petunjuk Bapak adi langsung saya praktekan saran yang dibilang Beliau dan Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan.
Terima kasih Bapak Adi
Misuanur – cahayase***@yahoo.co.id
Jl. Mojosongo, Jebres, Surakarta, Jateng
“Luar biasa !!! Setelah menggunakan Bulu Perindu, saya bisa bergonta-ganti pasangan akhirnya bisa tersenyum puas…. Silahkan pesen di situs ini, dijamin bikin glegek’en.
Dan yang jelas, setelah saya merasakan manfaat dari Bulu Perindu ini, sekarang saya bisa mencari kekayaan yang sungguh mudah dan fantastis !!! Recomendasi reseller Mbak !!!”.
Binsamdony – semestar***@plasa.com
Jl. Raya Cetho – Sukuh, Karanganyar
“Assalamualaikum Wr. Wb Terima kasih Bapak adi atas paket produknya yang telah kami terima dan setelah kami mencobanya, sangat luar biasa. Dulu sebelumnya setiap kali saya berkumpul dengan istri, selalu saja terjadi pertengkaran, karena masalah tuntutan ekonomi yang membuatanya selalu ingin di cukupi, hasilya selalu ribut dan ribut melulu, setelah memakai Bulu Perindu Bapak Adi dan di gunakan buat Pelaris usaha saya di bidang Pecah belah, Alhamdulillah setelah mengikuti saran dan arahan dari Bapak Adi Yng kontinyu saya lakukan Alhamdulillah hasilnya sungguh luar biasa, semua kebutuhan saya telah tercukupi. makasih Bapak Adi
Zabidi – zabidiward***@yahoo.com
Playen, Gunungkidul
“Awalnya sebelum menemukan program ini hati saya selalu gelisah bertahun-tahun dengan biaya tidak sedikit mencari jalan pintas namun tidak pernah hasil dan tetap gelisah, akhirnya setelah menerima paket Bulu Perindu dan membacanya ada ketenangan batin, selain Bulu Perindu yg luar biasa, programnya meyakinkan dan masuk akal serta bisa dijalankan dengan mudah, succes untuk Bulu perindu Sukma Aura ”.
Khoirul- kacuk***@yahoo.com
Jl K.Hasyim 69, Plongan, banyuwangi
“Assalamualaikum Wr. Wb. BApak Adi Bulu Perindu sudah saya terima. Pertama kami ucapkan kepada Allah karena tidak ada yang lebih kuat kecuali Allah. Dengan sebab dan lantaran Bulu Perindu, Allah memberi tambahan kekuatan kepada saya.
setahun yang lalu saya telah bertunangan dengan seorang wanita, namun 3 bulan belakangan ini tiba2 dia seolah2 sudah tidak ada respon lagi terhadap hubungan kami, dan puncak saat malamtahun baru dia memutuskan hubungan pertunangan, malu ,sedih semua bercampur menjadi satu, saat main ke internet untuk facebookan ternyata menjadi suatu hal yang menjadi pemersatu hunguan saya kembali dengan tunangan saya , tepatnya setelah melihat iklan ini fi facebook, dan saya langsung tertarik dan langsung menghubungi beliau, Alhamdulillah setelah melakukan apa saja yang di paparkan dalam kertas panduan Bulu Perindu , yang memang sangat mudah apalagi tanpa puasa,ritual dan pantangan, Alhamdulillah dalam tempo 3 hari saja tunangan saya langsung memohon ampun kepada saya, berjanji akan selalu bersama selamanya.
terima kasih BApak Adi atas Bimbingannya.
ROIHANA – roihana***@ymail.com
,Tuban, Jawa Timur

Kerambit Minangkabau Berasmak Buat Jaga Badan

24 Nov

 

krmScreenshot_10

kerambit ber asmak buat jaga diri, rumah toko, kantor dari serangan ilmu hitam, juga buat kewibawaan agar selalu di segani orang, Sangat cocok buat pajangan sebagai koleksi di kantor rumah ataupun toko agar terlihat seperti pajangan, padahal sesungguhnya telah di isi dengan Power tenaga dalam hawa murni dan juga sudah Diasmak dengan Rajah untuk meningkatkan kharisma dan insya Allah dengan izin Allah SWT dapat melindungi dari serangan ilmu hitam, semisal santet dan sebagainya.

Power sengaja di isi ke benda tersebut agar kelihatan menawan dan tidak menarik mata awam agar terlihat seperti koleksi pribadi. dan kita bisa merasakan langsung power energi tenaga dalamnya saat memegannya.. tersedia dalam 2 pilihan model.

Spesifikasi :
– Bilah Bahan Plat Strip
– panjang bilah kurang lebih 10cm
– sudah tajam
– bilah fultang, gagang model di jepit
– panjang pegangan kurang lebih 12cm + pasak/pengunci
– sarung bahan kayu jati + ukiran

Harga Rp 550  ribu Belum termasuk ongkir

Kesaktian ki Lurah Semar

24 Nov

KI LURAH SEMAR

Berkomunikasi dengan jagad lelembut itu ibarat menyetel radio. Saat gelombangnya pas dengan satu stasiun radio, apalagi cuaca cerah tidak ada gangguan listik maka suara yang ditangkap pun jernih dan jelas. Malam minggu ini, usai sholat isya’ saya mencoba untuk menghubungkan diri dengan gelombang jagad lelembut. Yang tertangkap adalah sosok Ki Lurah Semar, dahnyang tanah Jawa.

Ki Semar duduk di sebuah batu, berpakaian Jawa, berblangkon dan berada di bawah sebuah pohon Sawo di sebuah keraton yang ada di atas puncak Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Matanya sayu dan raut mukanya terlihat sedih. Ki Lurah Semar memang tidak seperti biasanya yang tenang dan bersahaja. Kali ini dia bermuka misterius seakan ingin meluapkan isi hatinya. Dengan tutur wicaranya yang khas dia melantunkan sebuah kalimat sebelum saya sempat menyapanya. Dialog berikut ini sudah saya sederhanakan bahasanya karena diskusi saya dengan Ki Lurah Semar cukup panjang dan kadang menggunakan bahasa yang tidak saya pahami sepenuhnya. Campur aduk bahasa Jawa, Indonesia dan kadang bahasa aneh yang tidak saya ketahui. Tiba-tiba terdengar suara keras Ki Semar yang berteriak mengagetkan saya….

eko bumi dwi sawah tri gunung catur segoro ponco taru sad panggonan sapto pandito hasto tawang nowo dewo doso ratu”

Wong alus: Rahayu ki. Sugeng dalu.. apa artinya?

Semar: Wee lhadalah, malam ini datang kamu le..

Wong alus: Betul ki, saya hadir untuk menghadap, memohon saran dan masukan terkait kondisi bangsa masa depan

Semar: Wis tak jelaske mau..

Wong alus: Apa artinya ki? Saya kurang paham.

Semar: Eko artine kaping pisan, pertama. Yoiku daratan sing dikelilingi karo samudro. Dwi artine loro, yoiku sawahe poro tani. Tri artine telu, gunung paku bumi. Catur iku papat, samudro. Ponco iku limo yoiku godhong lan wit-witan. Sad artine enem, suket kanggo mangan poro kewan. Sapto artine pitu, menungso sing sampurno ilmu lan amale. Hasto iku wolu, yo langit sak isine. Nowo artine songo, dewo sing iso kanggo tulodho manungso, doso artine sepuluh, rojo kang adil ambeg paramarato

Wong alus: maknanya apa ki?

Semar: kabeh saiki wis peteng, jagad menungso lan poro dewo sarto poro lelembut kabeh yo peteng, isine ngamuk lan ngumbar angkoro.. ngene iki le, tondo-tondo arep ono goro-goro gede..

Wong alus: Buktinya apa ki?

Semar: Bala bencana datang bertubi-tubi, angin lesus, tanah bengkah, kabeh penduduk dunia was-was

Wong Alus: Bagaimana prediksi ke depan, apa semakin gawat?

Semar: Tambah ngrekoso le..wingit angker isi dunyo iki, bledeg tat tit, kusut-kusut menghasut, huru hara, malapetaka, ribut tunggang langgang kabeh jalmo menungso golek slamet nanging marani beboyo

Wong Alus: Subhanallah, apakah sedemikian mengerikannya ki.. dan kenapa semua ini jadi penuh bencana seperti ini?

Semar: Jejeg jejere, ngadeg ambruke tatanan nyoto lan goib iki asale soko dedungone poro pandito, ulama, kyai, santri, kabeh menungso sing ngaku hambane Gusti Kang Akaryo Jagad.. nanging saiki dungo iku mau ora ono lakune

Wong Alus: Apakah itu karena doanya tidak lengkap dan sempurna bacaannya?

Semar: Ora le, dungo mau ora ono laku prihatine, isine mung kanggo kepentingane dewe-dewe sing roto-roto mung golek bondo dunyo, mas picis rojo brono. Ojo koyo ngono le, kui kabeh mung centelan.. ora langgeng tan owah gingsir. Ujug-ujug poro pandhito (spiritualis red.) golek slamet dewe-dewe malah moro nyang poro panguoso lan rojo

Wong Alus: Oh jadi karena kurang laku prihatin dan laku hidupnya sudah melenceng dari arah yang benar, begitu ki?

Semar: yo ngono kui le, nanging sakjane sing paling akeh salahe yo sirahe kabeh titah iki, sopo kui? Rojo utowo panguoso…

Wong alus: Kenapa raja atau pemimpin yang menjadikan bencana ini? Bukankah ini kesalahan dari perilaku semua manusia ki?

Semar: maqom lan derajate panguoso lan rojo iku dhuwur nanging abot le…Nek rojo wis kelangan kawicaksanan, sing digoleki mung jeneng lan jenang, entenono goro-goro musibah bala bencana… Dongane panguoso lan rojo wis ora ketrimo le…

Wong Alus: Astaghfirullohal adzim… sebegitu kah akibatnya ki? akhirnya kemudian terjadi musibah bencana alam dan kemanusiaan?

Semar: Iyo le… Sak jane poro dewo kahyangan, nek kowe kabeh arani malaikat lan sak panunggalane sejatine yo sedih nanging ora iso nulungi manungso kabeh le.. amargo ati lan perasaanmu kabeh sing wis ketutup pedhut laku sing olo…

Wong Alus: Bagaimana cara agar kita semua terhindar dari bencana ki?

Semar: Bali menyang asal… asalmu soko kahyangan suroloyo (surga red) nanging saiki neng dunyo mancopodo (bumi) kanggo nggolek kawicaksanan lan nandur kabecikan, manfaat kanggo sapodo-podho. Elingo kowe kabeh kui sopo.. awasono atimu dewe-dewe karo lan waspodo tondo-tondo sing digelar Gusti Murbeng Jagad

Wong Alus: artinya kita harus banyak beribadah dan beramal sosial, banyak menuntut ilmu agar derajat kita semakin naik ya ki?

Semar: kasunyatan jatining sir, gaibe tan keno winoring tulis, tan arah nggon tanpo dunung, tan pesti akir awal manembahing manuksmeng roso pendulu rajem lir hudoyo retno trusno wening datanpo tepi…

Wong Alus: apa bisa kita manusia biasa yang seperti ini menjelajah hakikat sampai “suwung” kosong dari ego sejauh itu ki?

Semar: Iso wae le

Wong Alus: Apa ciri-ciri orang yang bisa sampai pada tahap makrifat ki?

Semar: telenging paningal, surosone kang sastro kalih desi lan mirit sipat rong puluhe sipat kahananing dat ponang akan durung ono ananipun kababarin gending akal… kui jenenge bali murbo miseso ing jero njobo.. menungso suwung bakal sekti sak kabehe.

Wong Alus: terima kasih ki, mohon ijin untuk menuliskan pesan-pesan Ki Lurah Semar ini untuk saya bagikan pada para sedulur saya.

Semar: Yo ora popo le..mugo ono manfaate kanggo awakmu kabeh

Wong Alus: Rahayu ki…

Demikian sedikit apa yang bisa saya sampaikan saat bertemu dengan Ki Lurah Semar malam ini. Kalau dalam dialog ada kesalahan pencerapan, pendengaran dan kalimat sehingga menyesatkan, itu semata-mata dari saya pribadi. Bila ada benarnya, itu semata-mata berasal dari Allah SWT melalui banyak tangan, banyak cara dan banyak hal yang tidak kita ketahui sepenuhnya. Terima kasih.

Isi Pesan Dari Trowulan

24 Nov

KI SABDALANGIT

Tujuan utama ke Trowulan terutama untuk mundi dawuh perintah langsung dari Sri Narpati Brawijaya V yang di luar dugaan kami terima beberapa hari sebelum mengambil keputusan bulat untuk menghadiri undangan Mas Panji Trisula (Bustanus Salatin) salah seorang Ketua IPPNU Jatim periode th 2000, dalam acara “Sarasehan Bulan Purnama ; Memperingati Turunnya Wahyu Makutharama” yang diadakan di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Prop Jawa Timur. Selain itu kami berserta rombongan ingin sekali mewujudkan rasa berbakti kepada para leluhur besar bumiputra perintis dan penopang kejayaan Nusantara di masa lalu, tidak dengan cara enaknya sendiri mulut sekedar komat-kamit saja dari rumah. Sikap berbakti akan lebih berharga jika diwujudkan dalam tindakan nyata dengan cara marak sowan mengunjungi petilasan pepunden untuk tujuan napak tilas serta atur pisungsung sembah bekti kepada para leluhur besar Nusantara. Tidak cukup berhenti di situ, lebih penting adalah mengambil pelajaran berharga yang selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Jika peduli dan mau, kita sebagai generasi penerus bangsa sudah semestinya melakukan koreksi atas perjalanan sejarah bangsa besar ini di masa lalu pernah lepas kendali hingga kini berkembang kian salah kaprah. Tidak semata sebagai sebuah kesalahan kebijakan masa lalu, tetapi tingginya sikap toleransi  para pendahulu bangsa terutama terhadap anasir sistem kepercayaan (religi) yang berasal dari budaya asing. Toleransi tinggi para pendahulu bangsa berhubungan dengan tingginya pemahaman tentang apa sejatinya religi dan sistem kepercayaan. Toleransi menumbuhkan prasangka baik dan kelonggaran sikap terhadap unsur asing walau banyak perbedaan secara esensial. Namun hal itu justru dimanfaatkan oleh para jahil pembawa anasir asing sebagai suatu kesempatan untuk menjalankan misi jahiliahnya. Namun dalam perkembangannya, sistem sosial dan politik berkembang secara liar tidak seperti yang diharapkan oleh para leluhur besar perintis Nusantara. Bahkan hingga kini dampak buruknya kian dirasakan oleh generasi sekarang.

Apabila mau jujur dan para sejarawan bersama arkeolog mau meluruskan sejarah tentu akan ditemukan banyak kebohongan dalam “dongeng-dongeng” yang dikemas seolah bagaikan suatu kejujuran sejarah. Terutama cerita-cerita tentang masuknya para saudagar Gujarat, saudagar Mesir, saudagar Maroko dan Turki yang sangat tergiur oleh gemah ripahnya Nusantara. Kisah-kisah masuknya saudagar ke Bumi Nusantara selanjutnya dirombak berupa “dongeng-dongeng” yang mengimajinasikan tokoh sakti mandraguna yang perjalanan hidupnya penuh perjuangan menegakkan kebenaran tuhan. Sebagai salah satu trik kolonialisme, di dalamnya terdapat intrik-intrik politik dagang dan perebutan kekuasaan yang didukung melalui penciptaan dongeng-dongeng adu kesaktian antara para saudagar yang dicitrakan sebagai wakil tuhan versus penduduk asli pribumi yang dicitrakan sebagai musuh tuhan. Ya..semua itu masih dalam kerangka proyek pemenangan politik dagang para saudagar beserta pengikutnya. Mayoritas anak bangsa mungkin termasuk Anda para pembaca, mungkin merupakan anak turun dari para pendahulu bangsa yang menjadi korban atas pencitraan tendensius dan subyektif dari para saudagar bersama pendukungnya. Jika Anda tidak terima, lantas pembelaan macam mana yang bisa Anda lakukan ? Maka, luruskan sejarah bangsa besar ini, agar supaya yang benar tampak benar, yang salah terbongkar kedoknya. Sehingga dapat dijadikan pelajaran berharga bagi generasi penerus bangsa yang ingin mengerti kesejatian hidup ini apa sesungguhnya.

Dalam cara pandang sosio-ekonomis, jika Anda ingin memenangkan persaingan marketing, ada dua kiat jitu yang bisa ditempuh, pertama, susupkan barang dagangan ke dalam unsur budaya lokal calon konsumen. Kedua, kuasai, dominasi, dan setir pola pikir calon konsumen agar supaya mengikuti kemauan si marketing. Tentu Anda akan menjadi marketing yang sukses menangguk keuntungan besar.  Apalagi “kolonialisasi” dan dominasi terhadap pola pikir konsumen melalui berbagai doktrin di antaranya dengan mengatasnamakan tuhan. Ditambah advertensi berupa iming-iming pahala bagi siapa saja yang mau mengkonsumsi dagangannya. Wow..pasti akan laris manis apapun jenis dagangannya. Selanjutnya, Anda tinggal menyingkirkan pesaing-pesaing bisnis Anda, dengan cara politik adu domba, aktif menciptakan wacana friksi dan gap, serta sibuk menumbuhkan konflik-konflik antara elemen-elemen kekuatan para pesaing. Dalam hal ini kearifan lokal (local wisdom) dan kerajaan-kerajaan yang masih eksis memegang teguh budaya dan tradisi bumipertiwi dapat diperankan sebagai pesaing paling diperhitungkan. Ternyata, politik devide et impera-nya Belanda hanya sekedar meniru politik a la saudagar asing. Tengok saja periode sejarah sebelum masa kedatangan para saudagar, sejarah kerajaan Nusantara abad Sebelum Masehi (kerajaan pertama Kutai Lama) hingga akhir abad 12 masa Majapahit awal, perang atau konflik antara kerajaan sangat jarang terjadi. Namun semenjak abad 14 terjadi peningkatan intensitas konflik. Selain dengan cara tersebut, penjajahan paling efektif bisa ditempuh melalui cara “perkawinan silang” antara penjajah dengan pribumi, di mana peran suami lebih banyak diisi oleh laki-laki penjajah, sedangkan peran istri diisi oleh mayoritas perempuan pribumi. Hal ini bertujuan tentu saja untuk mengamankan kepentingan,aset dan meluaskan otoritas kaum penjajah yang menganut sistem patrilineal. Hebat bukan..sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Politik apa ini namanya? Sembari berkuasa masih pula berpesta kenikmatan. Siapa kiranya yang tak tergiur. Program dan rencana akan jauh lebih sukses bila saudagar sembari membawa-bawa dan mengklaim diri sebagai orang suci pembawa kebenaran tuhan. Sudah dagangannya laris, dapat belahan surgawi wanita-wanita pribumi, ditambah bonus pahala lagi. Lantas lahirlah bayi-bayi merah tak berdosa dan tak tahu apa-apa yang akan menghuni Nusantara sebagai generasi baru hasil politik macam itu. Mungkin saja di antara kita ini adalah termasuk bayi-bayi merah itu. Yang terpenting bukanlah menggugat siapa yang melahirkan diri kita. Tetapi apa yang telah kita perbuat terhadap kebohongan sejarah? Berani jujurkah generasi penerus bangsa ini? Ataukah kronologi sejarah dan jejak-jejak kaki sejarah bangsa ini akan tetap ditopang oleh pondasi sejarah palsu? Kain pel yang kotor, tak akan bisa membersihkan lantai kotor tuan !

Kata Bung Karno,”Jasmerah ! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (yang jujur obyektif). Di zaman modern dan serba terbuka ini, walau masih ada sebagian orang yang bernafsu untuk memelintir sejarah sesuai kepentingannya, sudah pasti..sejarah akan meluruskan dirinya sendiri. Sesuatu yang dianggap kebenaran mutlak di masa lalu, bisa saja terkoreksi oleh temuan-temuan baru. Sejarah palsu hanya bisa berbohong dalam kurun waktu yang tidak tak terbatas. Tidak selamanya bau bangkai dapat disimpan rapat-rapat. Kini, generasi muda musti menyingkap bau bangkai itu, atau menyiapkan “kain pel” yang benar-benar bersih. Generasi bangsa musti melakukan koreksi signifikan untuk misi utama menyelamatkan Nusantara dari ambang kehancuran total. Kurang apa lagi? Nusantara adalah singgasana, adalah rumah pribadi, surga yang nyata dan bukan imajiner bagi anak-anak negeri, bagi rakyat Indonesia. Dan kita semua, generasi penerus bangsa sebagai tuan rumahnya, tentu saja di rumah pribadi kita Nusantara. Namun saat ini lain kenyataannya, kita menjadi jongos di rumah sendiri, kita dipaksa mengabdi, membabukan diri kepada para “tamu” di rumah kita sendiri. Tamu mbagekake sing duwe omah. Kita tertindas di negeri sendiri, oleh penjajah yang berdaging berdarah sebagai WNI, tetapi berisi jiwa-jiwa yang tak ubahnya onggokan sampah kepentingan, tumpukan kebekuan pola pikir, dan jiwa yang berisi komitmen jahil yang loyal dan berporos kepada para penjajah dari negeri antah-berantah.  Banyak orang lebih suka napak tilas dan berziarah kepada leluhur luar negri nun jauh di sana yang sama sekali tak ada hubungan ras, bangsa, suku, apalagi kerabat sodara. Sekalipun menghabiskan beaya puluhan juta tetap dilakoninya dengan harapan surga, sebaliknya terhadap leluhurnya sendiri tidak berbakti, kuburannya terbengkalai penuh ilalang, kotor tidak pernah diopeni. Lantas di mana sang hatinurani?? Sementara harta warisannya sampai kini masih mereka nikmati, bahkan sebagian telah dijual untuk ngabekti kepada leluhur-leluhur asing nun jauh di luar negeri. Mau diakui ataupun dipungkiri, pasti kualat akan datang menghampiri, kualat yang datang dari sikap perilakunya sendiri. Jadilah wajah Nusantara yang seperti ini. Rupa-rupa musibah dan bencana datang silih berganti, menerpa anak negeri yang lupa diri, lebih suka memuaskan nafsu dan imajinasi. Potret negeri di mana generasi penerusnya durhaka kepada sang ibu pertiwi.

 Saat ini, tanggal 17 Juli, sebentar lagi Nusantara akan “bersih-bersih” diri. Goro-goro gung tan kena den pungkiri. Murih tinarbukaning gapura gamabudi. Jaya nusawantara den enteni. Kang kadapuk dadi pambuka, iya satria kang jumedul ing pulo Semar Badranaya, sisih wetan sangkan ira. Mula den eling den êmut, menawa ana Candra-ning Negoro. Iya iku satria kang piningit, datan aran ratu adil, nanging kang jumeneng dadi satria nagari Pambukaning Gapura.

 Kolonialisme “the Dajjal”

Bentuk kolonialisme yang melebihi model penjajahan terhadap daerah koloni, bilamana yang dijajah adalah kemerdekaan fikir dan pembunuhan atas kesadaran spiritual generasi penerus bangsa. Pola fikir dan kesadaran spiritual, adalah dua pilar yang membentuk karakter bangsa. Dan terbukti saat ini bangsa Indonesia telah kehilangan karakternya. Merupakan kenyataan tak dapat ditutup-tutupi lagi, lihatlah…kini telah lahir generasi dimana kesadaran spiritualnya tergembok rapat di dalam tempurung kebodohan. Malah dengar-dengar ada generasi akhir yang akan diberi nama “the dajjal” si makhluk bermata satu yang suka gentayangan untuk memutar balik fakta dengan cara berdagang kata-kata manis berbalut angin syurga. The dajjal lebih terasa sebagai kiasan yang menggambarkan suatu pemahaman dangkal bahwa kebenaran dan ketuhanan hanya boleh didefinisikan melalui satu “mata” saja.  Yakni satu persepsi, satu cara pandang, atau suatu ajaran yang telah dikemas menjadi institusi. Konsekuensinya, apapun persepsi tentang kebenaran, keyakinan, dan tentang tuhan di luar persepsi itu adalah sesat dan kopar kapir.  Penganut pola pikir semacam ini akan menjadi generasi anti-toleran dan fanatik, yakni generasi anti perbedaan pendapat. Tidak mau berbaik sangka dengan berfikiran positif-konstruktif terhadap segala perbedaan. Tentu saja realitas sosial semacam itu bertentangan dengan hukum alam. Dan siapapun, apapun, jika bertentangan dengan hukum alam, alamlah yang akan melebur.

The dajjal akan sibuk gentayangan sana-sini memutarbalikan fakta antara kebenaran dengan ilusi. Antara kebohongan dengan kejujuran. Menjadi tugas berat the dajjal untuk tetap mempertahankan kebohongan dan kepalsuan yang sudah berlangsung kurang lebih 1500 tahun lamanya. Apabila segala kepalsuan dan kebohongan itu terbongkar oleh temuan-temuan baru, dan oleh evolusi kesadaran manusia-manusia generasi baru, selanjutnya pola pikir masyarakat dunia akan segera berganti dengan paradigma pikir baru yang lebih realistis, membumi dan penuh nilai-nilai humanis. Saat itulah terjadi kiamat, bukan berarti kehancuran planet bumi bersama jagad semesta, melainkan  kebangkrutan total segala macam ajaran lama yang penuh ilusi.

Bagi yang mampu beradaptasi dengan kehendak alam, pada gilirannya kekuatan alam akan mendaur ulang menjadi generasi baru yang memiliki kesadaran kosmologis yang selaras, sinergis dan harmonis dengan hukum alam. Mereka akan lahir sebagai manusia sejati yang mengerti diri sejati, dan memahami apa sejatinya hidup ini. Sebaliknya yang menolak koreksi alam dan hukum dinamika zaman, akan semakin sulit menyadari bahwa dirinya telah dirundung sakit jiwa yang berkepanjangan.

 NAPAK TILAS dan PERISTIWA PENUH ARTI

Motivasi kehadiran rombongan kami dalam rangka ikut serta berkumpul bersama seluruh sedulur dari berbagai kalangan yang hadir di acara sakral Sarasehan Bulan Purnama dengan tema Memperingai Turunnya Wahyu Makutharama, yang dipandegani oleh Mas Panji Trisula (Bustanus Salatin).Terimakasih tak terhingga atas segala sambutan dan kehangatan paseduluran dari sedulur-sedulur yang hadir dalam acara tsb. Sungguh bagai oasis menyejukkan dahaga spiritual di tengah panasnya terpaan the desert storm “badai gurun” yang melanda Nusantara saat ini. Kami berharap apa yang telah dilakukannya menjadi amal kebaikan yang berkausalitas atas berlimpahnya berkah dari para leluhur besar Kerajaan Majapahit. Kebaikan-kebaikan yang dilakukan akan menjadi pagar gaib yang melindungi diri sendiri, menjadikan diri tak bisa dicelakai orang dan selalu menemukan keberuntungan dalam setiap langkahnya.

 Hujan Sebagai Pertanda Baik

Pukul 16.30 wib kendaraan terus melaju meninggalkan kota Jombang. Arah kendaraan menuju Kec.Trowulan Kab Mojokerto. Walau musim kemarau sedang berada dalam puncaknya, namun tiba-tiba turun hujan dengan derasnya. Seperti biasa, fenomena hujan deras seringkali mewarnai dalam tiap acara-acara sakral yang berhubungan dengan leluhur besar. Tidak hanya terjadi di Jawa, Sunda, Bali, Sumatera bahkan hingga di Kalimantan. Dalam tradisi Jawa, hujan yang tidak lazim terjadi itu sebagai pertanda diterimanya acara atau ritual yang akan kita laksanakan. Hujan pertanda baik biasanya terjadi beberapa saat sebelum acara dimulai, namun menjelang acara dimulai hujan akan reda kembali. Pukul 17.00 Wib (Jawa: pitulas, alias simbol bermakna “pitulungan lan kawelasan“) karena kami merasakan misteri daya tarik energi yang sangat kuat, akhirnya rombongan kami berempat memutuskan untuk berhenti tepatnya di Depot Arema di Jl Raya Jombang-Mojokerto, yang ternyata berjarak 2,100 meter dari Sitihinggil Trowulan. Sarasehan Bulan Purnama merupakan acara sakral dilaksanakan setiap siklus 210 hari. Sejenak rombongan kami menyeruput secangkir kopi, sementara itu terasa semakin kuat daya tarik energi. Pelacakan sumber energi menemukan datangnya energi itu berasal dari kolam raksasa Tambak Segaran. Kolam raksasa buatan manusia, sebagai situs peninggalan Majapahit yang telah berumur kurang lebih 800-900 tahun.

Pukul 17.30 wib hujan kembali reda. Dengan beberapa pertimbangan, kami memutuskan untuk kulonuwun terlebih dahulu kepada para leluhur yang berada di gerbang Siti Hinggil Trowulan dan kepada Panpel. Pada jam 19.00 wib atau jam 7 malam, dari Sasono Hinggil kami merapat ke Kolam Tambak Segaran yang berjarak hanya sekitar 1,7 km. Di lokasi kolam Tambak Segaran sudah menunggu dulur-dulur wetan ; Ki Camat Kec Taman (Ki Amig Bahrul Alam alias Ki Juru Taman), Ki Wongalus (KWA), Mas Kumitir (Alang-alang kumitir). Ditambah rombongan kami berempat, saya bersama istri, Mas Harimurti dari Jogja dan Mas Andreas dari Jakarta, sehingga jumlah rombongan kami ada 7 (pitulungan) orang. Kami mulai “neng” (meneng/jumeneng; berdiam raga dan konsentrasi untuk membangunkan kesadaran rasa sejati), dengan tujuan untuk meraih “ning” (wening/kebeningan atau ketajaman batin), sambil maneges kepada Jagadnata dan Para Leluhur Majapahit dengan harapan siapa tahu mendapat “nung” (kesinungan) berkah agung.

 Gerbang Metafisika

Beberapa menit hanya menyisakan kesunyian memagut yang membawa perasaan keheningan dan kedamaian begitu dalam. Membawa suasana hati yang tenteram. Kita bersihkan hati dari segala macam penghalang, bersihkan dari perasaan iri dan dengki. Kita netralkan dan beningkan pikiran dari segala prasangka buruk dan berbagai ilusi-halusinasi. Beberapa saat setelah kami menghaturkan sesaji menabur bunga sebagai pertanda “kulanuwun” dan salah satu upaya sembah bekti, attunment/penyelarasan, mensinergikan dengan getaran jagad semesta. Tak berapa lama kemudian gayung mulai bersambut. Segera tampak tanda kehadiran para abdidalem (pegawai kerajaan) Majapahit di masa lalu sebagai pertanda adanya sambutan “tuan rumah”. Saat itu belum juga tampak kehadiran leluhur Ratu Gung Binatara. Namun pada saat jarum jam menunjukkan pukul 20.10 wib (2010) kabut putih dan sangat tebal mendadak turun, kami melihat antara dimensi fisik dan metafisik sedang terjadi proses persisihan, seolah saling mendekatkan “jarak” di antaranya. Beberapa detik kemudian, terbukalah gerbang dimensi metafisik. Secara kasat mata, yang tampak sedikit berbeda dengan pemandangan sesungguhnya. Tujuh orang, semua melihat kabut putih begitu tebal, disertai hawa dingin, dan sedikit rintikan gerimis bagai percikan embun yang sangat menyejukkan. Di tengah kabut putih tebal itu, tepat di atas permukaan air tampak jelas muncul lingkaran bundar simetris berdiameter kurang lebih 20 meter. Bentuk dan warnanya sangat jelas karena saat itu bulan purnama sedang kuat memancarkan sinarnya. Di dalam lingkaran itu keadaannya sama sekali bersih dari kabut sehingga tampak lah warna bening kehitaman, tetapi jika dilihat dengan mata batin, segera tampak warna bening transparan membentuk lobang besar. Dalam waktu sekitar 20 menit, lingkaran tersebut berubah konfigurasi dari bentuk lingkaran, kemudian kedua sisi kiri-kanan perlahan berubah memanjang (mulur) membentuk alur panjang melengkung menjadi garis setengah lingkaran yang berdiameter lebih besar. Kedua ujung setengah lingkaran masing-masing menyentuh dinding kolam. Hingga tampak ada garis lengkungan (setengah lingkaran) besar seolah mengurung 7 orang rombongan kami. Bening, kehitaman, perlahan semakin mendekati posisi kami duduk bermeditasi, hingga berjarak sekitar 5 meter tepat di depan kami. Pada saat itu tampaklah titik cahaya putih terang berkilau di dasar air, yang dapat disaksikan sebagian besar anggota rombongan kami. Titik cahaya itu hanya sebesar lampu sein mobil, walaupun berada di dalam air ia memancarkan warna putih berkilau yang cukup terang. Benda misteri itu ternyata wujud Kalpika (cincin pusaka) milik Sri Narpati Brawijaya. Tepat pada pukul 20.40 wib, hanya dalam waktu kurang dari 2 menit, semua fenomena tersebut menjadi pudar dan lenyap dengan cepatnya. Lingkaran besar itu dengan cepatnya sirna kembali bagaikan tirai yang dibentangkan untuk menutup jendela. Pemandangan berganti dengan kabut putih tebal bagai layar terkembang menutupi permukaan air, sakral dan mistis seolah-olah “pagelaran wayang” akan segera dimulai. Saat itu di kejauhan terdengar sayup-sayup suara gending. Semoga suara gending itu merupakan isyarat pembuka mengiringi layar Nusantara yang mulai terkembang.

Misteri kolam mulai tersibak. Secara fisik berupa kolam raksasa dengan ukuran lebar sekitar 80 meter x 300 meter, namun secara metafisik merupakan Keraton Majapahit yang masih “eksis” hingga saat ini. Hanya bedanya, para penghuninya sudah melakukan proses  “metamorfosis”,  menjalani kehidupan sejati dengan tidak menggunakan jasad lagi. Mereka sekedar pindah dimensi saja. Mereka adalah generasi pendahulu kita yang sudah lahir ke dalam kehidupan sejati setelah sekian lama “sang janin” berada di dalam kandungan ibu pertiwi, di dalam rahim mercapada.

Rombongan kami segera beranjak kembali ke Sasono Hinggil Trowulan, di mana Mas Panji Trisula dan seluruh hadirin telah siap memulai mata acara. Tepat pada pukul 21.00 Wib (210) kami tiba di Pendopo Siti Hinggil. Saya semakin memahami apa yang disampaikan Mas Panji tentang siklus 210 hari. Sejak awal saya dihubungi Mas Panji saya meminta beliau memberi jadwal bicara pada pukul 21.00 wib dengan suatu alasan…entah! Saya hanya mengikuti getaran nurani saja dan kini semuanya sudah tejawab. Kata Mas Panji Trisula, acara sarasehan ini ternyata dilakukan dalam Siklus 210 hari sekali.mirip metamorfosa sel yang akan berkembang biak menjadi banyak kemudian menyebar benih di seluruh penjuru. Kajian Mikrobiologi siklus 210 harian dari Gede Junidwaja. Menurut beliau yang dulu punya bos bule dari USA seorang master biokimia lama tinggal di Bali dan sangat rajin melakukan riset mandiri. Menurut hipotesisnya ini terkait dengan telomere sel. Umur sel rata-rata 210 hari. “Sel di organ kita hari ini, akan berganti 210 hari lagi, jadi sel-sel buruk diubah paling  cepat 210 hari. Kuningan adalah nama wuku ke duabelas dalam tradisi Majapahitan. Jatuh setiap 210 hari sekali, tepat pada hari Raditya (Minggu) Wage. Dalam tradisi masyarakat  Hindu Bali pada wuku ini disebut hari suci Kuningan sebagai penutup serangkaian acara semenjak masuknya wuku Galungan (wuku ke sebelas) yang jatuh pada hari Raditya (Minggu) Pahing yang lalu”.

Namanya saja memperingati, mengenang, atau napak tilas. Angka 21 termasuk angka yang dikeramatkan oleh masyarakat Jawa, selain angka 7, 11, 17, 27. Kami pun akhirnya menemukan jawaban soal angka 21 pada saat menghadiri acara di Situs Kuno Trowulan. Termasuk sejak awal ingin sekali mengenakan kemeja warna merah dalam acara tersebut. Ternyata warna merah merupakan simbol sebagai warna identitas Majapahit, sebagaimana warna hijau sebagai identitas Mataram, dan warna kuning sebagai warna kebesaran Kerajaan Kutai.

Pukul 00.00 wib kami kembali ke kolam Tambak Segaran. Kali ini bersama para peserta acara Sarasehan Bulan Purnama, untuk tujuan atur sesaji tabur bunga, dan rombongan kami masih berharap dapat bertemu dengan para leluhur Majapahit atau pun yang lainnya. Pukul 00.00 wib para peserta mulai patrap semedi, untuk tujuan membawa kesadaran diri kita masing-masing berada dalam getaran theta, paling tidak mendekati getaran nol. Di mana bilangan nol sebagai keadaan tiada batas, bilangan tak terhingga, mau dibagi berapapun hasilnya tetap nol. Dalam kamus Jawa kita istilahkan sebagai keadaan batin Duwe Rasa, Ora Duwe Rasa Duwe (punya rasa, tidak punya rasa punya). Kita matikan kesadaran raga, untuk selanjutnya merubah kesadaran menjadi kesadaran sukma supaya kesadaran kita tidak lagi dicemari oleh ilusi dan halusinasi, termasuk imajinasi yang terlanjur tertanam kuat di dalam otak bawah sadar akibat doktrin sejak masa kanak-kanak. Kita berusaha membebaskan dan memerdekakan kesadaran spiritual kita, dengan cara membiarkan kesadaran ruh yang gantian berkuasa atas kesadaran raga.

Fenomena kembali muncul, suasana yang bening tak berkabut, tiba-tiba muncul kabut tebal dan putih, jelas-jelas bergerak cepat ke arah di mana kami duduk bersemedi di pinggir kolam sebelah timur. Terasa bagai butiran es saat kabut menerpa tubuh dan wajah kami. Serta merta kami mencoba maneges sembari menyerap energinya. Dahsyat sekali! Ada yang aneh, dan dapat disaksikan oleh sebagian rombongan kami, saat kabut itu tampak jelas sekali seperti teriris persis di tengah kolam. Sebelah kiri berkabut tebal sementara sebelah kanan bening tak ada kabut. Tidak ada degradasi kabut, tetapi berupa demarkasi membentuk garis lurus. Di balik itulah, tampak kehadiran Sri Narpati Brawijaya V berucap sesuatu. Tidak berlangsung lama kemudian memudar lagi. Selanjutnya kami pamit undur diri ke kembali ke Jogja.

 PERTEMUAN KETIGA

Senin Pahing surya kaping 18 tabuh 10.21 wib warsa 2011. Dada dan nafas tiba-tiba terasa sesak, terjadi desakan energi yang teramat sangat kuat. Hampir saja membuat tubuh terpental. Apa yang terjadi, sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar. Kadya karoban segara madu. Denya sakdremo kawula titah alit, karawuhan tuwin pinaringan dawuh mring Srinarpati Gung Sang Prabu Brawijaya V. Tanpa diduga dikira sebelumnya, hadirlah leluhur agung Srinarpati Prabu Brawijaya V, beliau memanggil nama, menyebut nama, memberi kabar, memberi perintah. Bahwasannya maksud dan tujuan ritual Bulan Purnama diterima oleh para leluhur agung khususnya Majapahit, dan harapan kami terhadap perubahan di Nusantara mendapat pangestu. Mendapat sabda dari pandita ratu yang berarti idu geni, ucapannya akan terjadi. Ya..”kunci” Nusantara akan diberikan kepada seseorang yang mampu jumeneng Candraning-negara. Ing samangke sawuse siniram kanthi  tirtapraja. Sri Narpati berkata dalam bahasa Jawa Kuno, ini bukan pertemuan terakhir kali, melainkan awal, tunggu dawuh dan rawuhingsun untuk selanjutnya.

Mulai saat ini “segitiga ” kekuatan supra telah terbangun utuh. Kutai-Majapahit-Mataram. Yang berarti pula momentum perubahan Nusantara akan segera terjadi. Meskipun saat ini tengah berlangsung skenario besar oleh para leluhur agung Nusantara, akan tetapi tanpa adanya para generasi bangsa yang peduli untuk menjemputnya, skenario itu masih akan menunggu bangkitnya kesadaran prakawula muda bangsa untuk hamemayu hayuning bawana. Kini kesadaran spiritual dan genderang perdamaian semakin gencar ditabuh para kawula muda generasi penerus bangsa. Wolak-waliking jaman perlahan akan kembali ke arasnya semula, “becik ketitik, olo ketara“. Yang sering dituduh sesat, kapir kopar akan tampak sejatinya, yang merasa paling bener akan terbongkar kedoknya.

Kian tampak cemerlang kilauan intan permata

yang selama ini terendam oleh lumpur,

Emas akan kembali tampak sebagai emas,

yang tembaga akan kembali tampak aslinya sebagai tembaga,

besi-besi logam karatan

lebur oleh kekuatan bantala.

Wus katon suryo mencorong soko bang-bang wetan.

 Semua itu berada dalam skenario besar kekutan supra

terangkum dalam pola “triangle super power”.

Kekuatan supra telah membimbing dan menyadarkan generasi penerus bangsa.

Kepada yang terpilih dan pinilih untuk menemukan apa sejatinya hidup.

Seiring dengan ledakan medan magnet galaktika,

yang memaksa manusia macam mana,

untuk bermeditasi, mesu budi, dan mesu raga.

Supaya memahami kehidupan yang sejati.

Yang melawan kodrat, akan menderita sakit jiwa,

yang selaras akan merdeka lahir batinnya.

Lahirlah generasi baru Nusantara

Yang mengerti diri sejatinya.

Mampu mengembalikan Nusantara pada sejati-ning nuswantara. Membangun kembali karakter bangsa. Nusantara ya nusantara, bukanlah negara manca. Negeri ini akan kembali menjadi dirinya sendiri, bukan bangsa yang suka mengebiri kesadaran sejati. Bukan lagi menjadi bangsa pengekor, berwatak dan berfikiran kotor, bukan bangsa budak, bukan bangsa imitasi, yang selalu menganggap kerusakan moral sebagai bentuk cobaan, yang dikiranya bukti dirinya disayang ilahi.

Segitiga kekuatan supra itu, jika dibuka akan berubah bagaikan senjata trisula. Kini senjata trisula tengah dipersiapkan tangkainya, yakni generasi penerus putra raja Kutai Lama YM Sri Raja Kudungga yang bernama Sri Baduga Purnawarman, yang telah membabar bibit kerajaan-kerajaan di tlatah Pasundan. Pelan namun pasti, kini dulur-dulur sadayana ti tatar Parahyangan mulai menggeliat bangun dari tidur panjangnya, mundi dawuh melaksanakan tugasnya sebagai barudak angon, mengumpulkan ranting-ranting kering yang berserakan seolah tiada harganya. Kelak sang SP-RA akan berhasil membangun “senjata trisula” yang utuh berikut tangkainya. Sebagai lambang persatuan kembali keluarga besar Kutai Lama, dengan ke tiga puteranya yakni Mulawarman (trah raja-raja di Sumatera), Purnawarman (trah raja-raja di tatar Sunda), Aswawarman (trah Majapahit hingga Mataram sebagai generasi penerus Kutai Lama). Setelah Nusantara kembali pada diri sejatinya, bukan mustahil akan menjadi mercusuar dunia dalam bidang spiritual, kebudayaan, kesejahteraan dan kemakmurannya. Negeri yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja, kalis ing rubeda nir ing sambekala. Sebagai anugrah besar atas bangsa ini, atas jerih payah Anda semua generasi penerus bangsa yang tiada hentinya membangun karakter dan menggali jati diri Nusantara, setelah ratusan tahun lenyap dan membawanya terperosok ke dalam lumpur kesengsaraan dan penderitaan.

 Sudah Keterlaluan-kah ?

Keterlaluan bila kita tak bangga, Nusantara bukan lah bangsa primitif yang miskin situs budaya, atau sekedar mewarisi alat-alat peperangan dan kekerasan saja. Nusantara merupakan bangsa yang kaya ragam seni-budaya sebagai tolok ukur tingginya peradaban dan kesadaran spiritualnya. Walau kini Nusantara masih terus menukik, terjun bebas ke dasar jurang. Kita tunggu detik-detik suara dentuman setelah ia menyentuh dasar jurang. Barulah daya pantulnya akan membawa Nusantara untuk bangkit secara perlahan namun pasti. Kita semua generasi muda penerus bangsa, adalah sumber daya pantul itu. Tentu saja bagi  generasi yang telah merdeka kesadaran spiritulanya. Generasi yang sudah keluar dari tempurung kebodohan. Makasih mas Panji Trisula (Bustanus Salatin), panjenengan memiliki andil sangat besar dalam terlaksananya acara sakral dan penuh makna di Trowulan Mojokerto Jatim. Panjenengan menjadi salah satu jalma pinilih yang dilibatkan oleh para leluhur besar Nusantara dalam rangka save our country project. Juga seluruh hadirin yang terhormat, Anda semua telah lolos seleksi, berhasil melewati rintangan dan gangguan sehingga tidak gagal mengikuti acara di Trowulan. Termasuk seluruh sedulur dari elemen dan komunitas manapun juga yang mendukung berlangsungnya acara tersebut. Dari IPPNU, SI, GPS, Beceka, Lakutama, Majapahit Wilwtk, Mahavihara Majapahit, Swara Majapahit, Mojokertokab.co, Pemerintah Kab Mojokerto, dan terutama utk Indonesia Adil dan Makmur berbasis sosial demokrat, dan semua elemen yang lupa kami disebutkan di sini. Semua tak ada yang sia-sia. Kebaikan yang Anda lakukan akan kembali kepada diri sendiri, bahkan menjadi kebaikan lebih besar lagi, bagaikan hukum gema suara. Yang dapat menyelamatkan Nusantara bukanlah generasi jahil, bukan bangsa-bangsa lain dan bukan pula jiwa-jiwa berisi nafsu imperialism, tetapi generasi muda bangsa yang berjiwa Nusantara dan mengerti diri sejati.

Kisah Mistik

24 Nov

KISAH MISTIK

Cerita sederhana ini saya dapatkan dari Mbah Kandar, panggilan akrab saya kepada simbah saya, Iskandar bin Abdullah. Beliau seorang pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam laskar hisbullah yang gigih melawan Partai Komunis. Pada saat terjadi pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948, lereng Gunung Lawu dijadikan markas pemberontak PKI untuk melumpuhkan NKRI yang baru saja merdeka. Gerakan PKI yang dikenal dengan MERAPI MERBABU COMPLEX (MMC) itu sangat mengerikan karena PKI melancarkan pembersihan lawan-lawan politiknya di wilayah Jatim, Jateng  dan sekitarnya. Termasuk mengakibatkan tewasnya Gubernur Jawa Timur, Soerjo. Tercatat ribuan rakyat yang  tidak tergabung dalam PKI dibantai secara sadis dan mengenaskan.

Rumah simbah terletak di Kecamatan Sine, Kab Ngawi Jatim sebuah wilayah dataran tinggi di  kaki Gunung Lawu. Rumah –yang kemudian menjadi markas Divisi Siliwangi, Divisi TNI yang didatangkan dari Jawa Barat atas perintah Presiden Soekarno untuk menumpas Pemberontakan PKI– itu didatangi dan digeledah warga PKI, namun simbah tidak ditemukan.

Walhasil warga PKI pun meluapkan amarah mereka dengan membabi buta. Berliter liter minyak tanah ditumpahkan mengelilingi rumah. Korek api disulut namun atas kuasa Allah SWT, rumah kayu arsitektur Jogjo Jawa itu sama sekali tidak terbakar. Warga PKI bersenjata melemparkan granat ke atap rumah. Satu, dua, tiga hingga tujuh granat dilemparkan dan lagi lagi kuasa Allah SWT berkata lain. Tidak ada satu pun granat meledak.

Ternyata, simbah sudah melarikan diri di sebuah perbukitan yang ada di Gunung Lawu. Orang-orang memanggilnya dengan “Gunung Tangis.” Konon pada tiap malam tertentu, kita akan bisa mendengarkan tangisan orang bila berada di sekitar perbukitan kecil ini. Di perbukitan ini ada sebuah gua kecil. Di sinilah Mbah Kandar bersembunyi menghindari ancaman dari orang-orang komunis.

Kepada saya, Simbah Kandar menceritakan pengalamannya hidup di dalam gua. Pertama dia merasa didatangi sepasukan tentara berbaju merah dan memerintahkan turun. Simbah tidak mau, dan akhirnya mereka menghilang. Ketahuanlah bahwa mereka adalah para jin yang menyamar jadi tentara. Kedua, datang seseorang petani yang membujuk Simbah agar keluar dari gua dan bilang bahwa Simbah putri sakit. Simbah Kandar tidak bersedia, dan sang petani yang tak lain jin ini pun kemudian menghilang. Ketiga, akhirnya di tersibaklah pemandangan yang sebenarnya dalam gua.

“Seperti sebuah kelambu tipis yang terbuka pelan pelan…. Terlihat sebuah keluarga, suami isteri dan seorang anak balita. Suami isteri dari golongan jin ini mengatakan sejak saya masuk ke dalam gua, anak mereka jatuh sakit badannya panas tiada kunjung reda,” kata Simbah Kandar menceriterakan awal terbukanya hijab dunia gaib.

Saat itulah, kata Simbah Kandar, dirinya merasa kasihan. Ternyata kehadirannya mengakibatkan keluarga jin terganggu, sakit karena kepanasan akibat wirid dan dzikir yang didawamkan oleh Simbah. Setelah terlibat pembicaraan dengan jin penunggu gua, Simbah Kandar pun memutuskan keluar dari gua. Namun sebelumnya sang jin berjanji menjadi pendamping dan siap membantu Simbah Kandar dan anak turunnya yang berkeinginan berjuang menegakkan agama Islam.

Sang jin memberikan kepada simbah cara langsung untuk memanggilnya yaitu: “BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, SIRAP.. SIRAP .. SIRAP.. (menghentakkan kaki 3 x) SOKO KERSANING GUSTI ALLAH AKU NYUWUN TULUNG KOWE KANGGO…

Atau bila yang memanggil bukan simbah (orang lain), maka tata lakunya sebagai berikut: “BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, SIRAP.. SIRAP .. SIRAP.. (menghentakkan kaki 3 x) KANG MBANTU SIMBAH ISKANDAR BINTI ABDULLAH KANG JUMENENG ING TLATAH KUNIRAN, SINE, NGAWI, SOKO KERSANING GUSTI ALLAH AKU NYUWUN TULUNG KOWE KANGGO ….

Jin yang sudah hadir kemudian dimintai bantuan untuk hajat yang mendatangkan manfaat. Misalnya untuk membantu pengobatan, membantu membangun masjid, membantu kurang tenaga, membantu orang lain. Dan sebagainya. Yang perlu diperhatikan dan digaris bawahi: SEMUA PERTOLONGAN HAKEKATNYA SEMATA-MATA BERASAL DARI ALLAH SWT. Ini perlu diingat agar terhindar dari perbuatan syirik/musyrik, atau sikap keliru karena mempersekutukan-NYA. Tanda-tanda jin hadir beragam, misalnya tiba-tiba angin semilir dan tengkuk terasa merinding. Punggung terasa ditepuk dan tanda lainnya.

Itulah sedikit cerita sederhana dari kaki Gunung Lawu. Kepada takmir dan pengurus Masjid Jannatul Khoifien yang sampai sekarang berkenan untuk menghidupkan masjid peninggalan Simbah tersebut diucapkan terima kasih dan salam paseduluran.

Ilmu Kitab Garing Kitab Teles

24 Nov

KITAB GARING KITAB TELES

Kata “kitab garing” popular bagi mereka yang suka untuk belajar olah batin. Dalam hidup ini hendaknya kita tidak hanya belajar tentang “kitab garing” yaitu membaca dan memahami apa yang tertulis di dalam buku-buku saja. Namun hendaknya kita utamakan membaca serta menghayati apa yang ada di alam semesta dan mengenal di dalam diri manusia yang dilanjutkan dengan melaksanakan di dalam perilaku. Ini disebut “kitab teles.”

Marilah kita perdalam soal kitab ini. Di dalam ajaran agama Islam, beriman kepada kitab-kitab-Nya menduduki ranking ketiga. Ranking pertama adalah beriman kepada Allah dan ranking kedua adalah beriman kepada malaikat-Nya. Setelah itu baru beriman kepada kitab-kitabnya, dan ranking keempat adalah beriman kepada rasul-rasul-Nya, ranking kelima adalah beriman kepada Hari Akhir dan ranking terakhir keenam adalah beriman kepada takdir. Meskipun disini dikatakan ranking, namun tidak berarti ranking pertama lebih hebat dan harus didahulukan dari ranking selanjutnya. Semuanya harus diimani secara total dengan penghayatan dan perilaku yang selanjut-lanjutnya mulai ranking satu hingga terakhir karena itu sejatinya satu kesatuan.

Iman juga tidak hanya diartikan PERCAYA alias YAKIN terhadap keberadaan sesuatu. Ini tentu saja penghayatan anak kecil yang dangkal dan masih belum sempurna. Hakikat iman adalah WUJUD PENGAKUAN baik yang diucapkan maupun yang diyakini di dalam hati dan kemudian dilanjutkan dengan PERILAKU sehari-hari. Maka, iman dalam arti yang demikian adalah arti iman yang ‘HIDUP’ bukan iman yang ‘MATI’.

Keimanan yang sempurna oleh karena itu tidak hanya diucapkan di mulut saja. Kalau hanya diucapkan di mulut, para maling uang rakyat, para maling kebijakan moneter, para maling perkara pengadilan pun juga bisa melakukannya. Namun, hakikat keimanan yang sempurna pasti berbeda. IMAN SEMPURNA akan diraih ketika TELAH MENDARAH DAGING dalam PERBUATAN sehari-hari. Bisa jadi dia tidak mengucapkannya di mulut karena enggan dikatakan riya’/sombong. Namun hakikat keimanan terletak pada bagaimana kelakuan sehari-harinya. Apakah mencerminkan dengan RUKUN IMAN atau tidak. Oleh karena itu dalam kita beragama jelas membutuhkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan akan menerangi pemahaman-pemahaman konseptual yang selama ini telah kita miliki dan kita susun sebagai pandangan hidup.

Kembali ke tema awal yaitu tentang beriman kepada kitab-kitab-Nya. Sejak taman kanak-kanak, yang kita ketahui adalah Tuhan telah menurunkan kitab-kitab-Nya pada para rasul. Pemahaman ala anak TK ini pun masih dipermiskin lagi dengan memaknai kitab-kitab-Nya sebagai barang/benda yang berbentuk buku yang diturunkan kepada para nabi yang hidup di timur tengah. Ini jelas sebuah pemiskinan makna kitab yang sesungguhnya yang tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.

Iman terhadap kitab-kitab-Nya jelas sebuah keharusan. Yaitu mengimani semua jenis kitab yang ada di alam semesta yang semuanya bersumber dari Yang Maha Esa. Kalau kita memperdalam lagi.. maka apa ada tulisan yang tidak merupakan kitab-kitab yang berisi sabda-sabda Tuhan di alam semesta ini? Itu sebab dikatakan bahwa semua pergelaran alam ini disebut PAPAN TANPO TULIS/SASTRA JENDRA. Jadi kita tidak boleh hanya mengimani kertas-kertas dan mensucikan teks-teks yang dibuat di pabrik-pabrik kertas. Pemberhalaan teks yang merupakan KITAB GARING tidak boleh dilakukan oleh mereka yang mengaku orang beriman. Ini sama saja dengan kita menyembah patung, uang, jabatan, kekuasaan.

Marilah kita mengkaji apa hakikat KITAB TELES itu sesuai yang tertera di dalam Al Quran, surah al-Ankabut 49: “Sebenarnya, Alquran adalah AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.”

Dari ayat ini, orang yang beriman diharuskan ber-Iqra tentang KITAB DI DADA. Kitab ini bukan hanya teks yang semata-mata dihafal saja namun dipahami maknanya dan diimplementasikan dalam sikap hidup dan bertindak. Inilah yang oleh kaum kebatinan jawa disebut dengan KITAB TELES. Memang, merunut ayat di atas hakikat Al Quran hanya bisa dibaca oleh orang-orang yang diberi ilmu oleh-Nya. Diberi ilmu tidak sama dengan orang yang berilmu. Bila berilmu didapat dari proses belajar, maka diberi ilmu didapat dari proses pasrah total, sumeleh, sumarah kemudian DIA memberi kita hidayah berupa ILMU.

Memahami KITAB TELES yang berupa AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA, apa ini artinya? Artinya kita wajib untuk membaca pergelaran alam semesta/MAKROKOSMOS yang ada di dalam diri manusia. Manusia terdiri dari berbagai unsur penyusun yang bersifat FISIK dan METAFISIK. Yang Fisik yaitu tubuh biologis kita, dan yang Metafisik yaitu tubuh eterik, CIPTA, KARSA dan RASA. Di dalam unsur yang METAFISIK itu ada catatan amal perbuatan BAIK DAN BURUK. Cara membaca kitab di dalam dada ini tidak lain kita perlu belajar tentang olah kebatinan/olah rasa/dimensi dalam/tasawuf/inner world/praktik mistik agar tersingkap tirai yang menyelubungi ketidaktahuan kita.

Apakah mendalami olah rasa/dimensi dalam/mistik/ kebatinan ini berlebih-lebihan dan sesat, bahkan klenik? Jelas tuduhan itu salah alamat, bahkan setiap individu harus mempelajarinya. Di agama manapun, praktik olah rasa ini pasti ada. Di Islam pun ada ilmu mistiknya yang disebut ilmu tasawuf selain ilmu fiqih, ilmu kalam, ilmu mantiq, ekonomi Islam, nahwu sharaf dan lain-lain… Ilmu tasawuf akan menerangi jiwa manusia agar selalu awas( untuk selalu mendengar dan membaca ayat-ayat-NYA), eling (mengingat dan berdzikir pada-Nya) dan waspada (dalam perbuatan/tindakan).

Inti olah kebatinan tingkat lanjut adalah mengenal “MATI SAJRONING URIP dan URIP SAJRONING LAMPUS.” Ini adalah jalan MISTIK agar kita bisa merasakan kematian pada saat tubuh fisik kita masih hidup dan merasakan KEHIDUPAN pada saat tubuh kita telah mengalami KEMATIAN. Di dalam dua alam baik alam dunia maupun alam kelanggengan/alam kubur dan dua keadaan baik tubuh kita HIDUP atau tubuh kita sudah MATI, sebenarnya KESADARAN KITA TETAP HIDUP. Kesadaran yang merupakan pancaran diri sejati (dalam bahasa agama diebut RUH) ini tetap hidup kekal dan abadi. Tidak mengenal hilang dan lenyap. Maka, yang perlu dilakukan adalah bagaimana agar seseorang bisa memilih jalan kematian yang tidak sesat. Bila sesat dan tidak sempurna, maka ruh manusia akan ngelambrang ke alam gaib yang paling rendah. Memasuki alamnya setan, gendruwo, peri, wewe gombel, tuyul, buto ijo… benar-benar kasihan.

Sekarang, tinggal apakah kita beriman atau tidak terhadap kitab- kitab-Nya. Bila kita percaya, maka ada baiknya kita meneruskan laku dengan membaca KITAB TELES di dalam dada. Kita perlu membuktikan apakah diri sejati memang tidak tersentuh kematian. Sebab bila kita telusuri sejarah rukun iman sebagai berikut. Beriman kepada Allah adalah beriman kepada Dzat yang baka dan abadi, yang tidak tersentuh kematian dan tetap hidup sampai kapanpun. Dia tidak bisa ditakar dengan ukuran benda hidup atau mati, yang menciptakan tempat dan waktu.

Selanjutnya, manusia adalah wujud kehendak-Nya, wujud penjelmaan Tuhan Yang Maha Abadi. Bahkan dalam ajaran Jawa perumpamaan eksistensi Tuhan dan manusia itu seperti gula dan rasa manisnya. Lir gula lan manise ta kaki Murti smara batareng sujalma Jalma iku kabyangtane Allah kang maha agung Dira lepasira ki bayi Ya lahir ya batine Padha khaknya iku Ing jro khak jaba ya padha Dadi nora lain lahir lawan batin Iku padha kewala (Seperti gula dan rasa manisnya Hakikat Tuhan ada dalam diri manusia Manusia itu perwujudan Allah yang Maha Agung Perwujudannya lahir dan batinnya sama-sama benar batinnya benar lahirnya juga tiada perbedaan lahir dan batin itu sama)

Pelet Bulu Perindu | Pelet Jarak Jauh

23 Nov

bp2

Bulu perindu adalah media pelet super ampuh yang tidak bisa di ragukan lagu khasiatnya, dengan media bulu perindu Insha Allah masalah asmara anda yang kandas akan hilang selamanya, Bulu perindu sangant ampuh untuk pemikat lawan jenis, mengembalikan pasangan yang selingkuh, pengasihan , pelarisan, wibawa, pekerjaan, rezeki dari 8 penjuru mata angin, dengan memakai media bulu perindu aura anda akan hidup dan bersinar kembali, karena power kekuatan bulu perindu menyelimuti tubuh anda, bulu perindu sangat aman di gunakan dan tanpa epek samping, cukup di simpan di dompet dan di bawa kemanapun anda pergi, bulu perindu ini sangat kecil dan simpel tidak perlu repot dalam membawanya, tata cara pemakaiannya pun sangat mudah, dan anda tidak perlu ketemu dengan target yang mau di taklukkan,

Cara pemakaian bulu Perindu :
ambil bulu perindu yang kami berikan lalu kemudian letakkan di bawah bantal tidur anda, kemudian cukup sebut nama target sambil membayangkan wajahnya, kemudian kamu tinggal berangkat tidur.

Cara kerja bulu perindu adalah sebagai berikut :
saat anda menyebut namanya/ target sewaktu anda saat mau tidur maka saat itu juga target akan terbayang , teringat dengan anda, dan saat anda tidur maka di situlah power bulu perindu itu bekerja, Bulu perindu akan membuat target anda bermimpi mesra dengan anda, mimpi bercinta dan sebagainya, maka dari itu secara alamiah dan proses bawa sadarnya akan membuatnya semakin rindu dengan anda, bermesraan dan sebagainya, Bisa anda bayangkan, jika kita sendiri yang mengalami mimpi dengan seseorang, mimpi mesra, bercinta selama & hari berturut turut, bisa kamu jawab sendiri apa yang bakal terjadi.

Sedangkan bulu perindu juga sangat cocok buat pekerjaan apapun jenisnya, karena setiap pemakai bulu perindu akan mempunya aura yang menawan, setiap mata yg memandang akan terpesona dengan anda,
Sedangkan untuk rezeki akan lancar karena siapapun yang berhubungan dengan kita merasa nyaman dan senang.
sedangkan mahar Bulu perindu terbagi dua tingkatan, tingkat 1 dan tingkat 2, masing masing tingkatan ada kelebihannya masing-masing,
Untuk Tingkat 1 maharnya adalah 250 ribu rupiah, ditambah ongkos kirim 50 ribu rupiah, untuk mahar tingkat satu ini di gunakan buat yang masih jomblo, alias belum punya pacar, jadi sangat ampuh untuk menggaet pasangan, dan juga buat seperti yang saya sebutkan di atas tadi, pelarisan, pengasihan, pekerjaan, pesona diri, aura, dan banyak lagi yang berhubungan dengan bulu perindu,

Untuk tingkat 2 maharnya 500 ribu rupiah diatambah ongkos kirim 50 ribu rupiah dan totalnya adalah 550 ribu rupiah, Untuk khasiat bulu perindu tingkat 2 ini adalah mengembalikan pasangan /pacar/suami/istri yang selingkuh atau pergi dan yang sudah tidak cinta lagi, dan pastinya juga ada khasiat lainya, seperti di atas juga. seperti pelarisan, pengasihan, pekerjaan, pesona diri, aura, dan banyak lagi yang berhubungan dengan bulu perindu,

Bulu perindu di bebas dipakai semua agama dan bebas pantangan, dan bisa juga di pakai buat pasangan sejenis.
Untuk pemesanan bulu perindu
silakan transfer mahanya sesuai dengan mahar tingkatan yang anda inginkan tingkat satu apa tingkat dua,
Transfer mahar ke Bank BCA rek 7985057818
atas nama MESRIADI
setelah transfer harap konfirmasi sms ke no 0821-6748-0696
( Mesriadi ) pin BB 295BB9A9
sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu.
Bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA TIKI (titipan kilat) JNE, POS INDONESIA
Paket pengiriman anda dapat di lihat di

http://www.posindonesia.co.id

http://www.jne.co.id

dengan cara memsukkan nomor barcode/resi pengiriman
yang akan kami berikan kepada anda melalui email/sms
NB: untuk pemohon agar terlbih dahulu mengirimkan sms ke no 0821-6748-0696
terima kasih.
NB: jika 2 kali panggilan telepon tidak diangkat harap maklum berarti kami sedang sibuk, silakan tinggalkan pesan.
Dijamin 100% aman, sudah teruji dan terbukti.
Tanpa Puasa, Ritual, Amalan, dan Bebas Pantangan
Anda bisa mewariskannya sampai anak cucu
Tes Keaslian Bulu Perindu
Jika di tetesi / dibasahi air dan di letakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjub kan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat – geliat laksana seekor cacing.
Sepasang Bulu Perindu jika di dekatkan / dipertemukan ujung – ujungnya, secara ajaib akan berangsur – angsur saling menjauh.
Sekedar informasi kami telah megirimkan bulu perindu sampai ke luar negeri,
dan semua produk bebas ongkos kirim kecuali ke luar negeri kena tambahan biaya 250.000,-

.
Sekelumit kisah Bulu Perindu
BULU PERINDU

Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk “pegangan”.
Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.
Tidak lama kemudian, melahirkanlah ia dengan bahagia, ada beberapa anak rupanya yg telah ia lahirkan. ketika anak2nya lapar dan perlu makanan, pergilah sang induk burung dengan
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.
Sampai saatnya si anak burung dewasa. Mulailah latihan2 mengarungi angkasa. yang karena semangat terbangnya, si anak burung jadi lupa untuk segera pulang.
Namun Sang induk burung sudah begitu yakin. Cukup dengan memegang Bulu Perindu pd sarang tersebut, kemudian ia membaca mantera berupa siulan dan jeritan tajam, maka dipastikan semua anak2nya yg pergi terbang jauh, semuanya terpanggil dan tidak ada yg bisa melawan, semuanya datang kembali..
Wassalam Mesriadi

Harap juga di pahami tidak semua yang memakai bulu perindu ini berhasil, kita hanya berusaha semampu yang kita perbuat dan semuanya tentulah kembali kepada Allah SWT yang mengabulkan semua keinginan dan tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita.

testimonial-table-head1
“Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara,jodoh,perselingkuhan,agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha,Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi”
“Saya tidak tahu lagi harus mengucapkan apa, kecuali mengacungkan kedua jempol saya untuk Bulu Perindu Sukma Milik Bapak adi, dalam tempo 7 hari saja istri saya yang selingkuh dengan pria lain kembali ke pelukan saya serta memohon ampun dan sungkem kepada saya,
dengan membaca petunjuk Bapak adi langsung saya praktekan saran yang dibilang Beliau dan Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan.
Terima kasih Bapak Adi
Misuanur – cahayase***@yahoo.co.id
Jl. Mojosongo, Jebres, Surakarta, Jateng
“Luar biasa !!! Setelah menggunakan Bulu Perindu, saya bisa bergonta-ganti pasangan akhirnya bisa tersenyum puas…. Silahkan pesen di situs ini, dijamin bikin glegek’en.
Dan yang jelas, setelah saya merasakan manfaat dari Bulu Perindu ini, sekarang saya bisa mencari kekayaan yang sungguh mudah dan fantastis !!! Recomendasi reseller Mbak !!!”.
Binsamdony – semestar***@plasa.com
Jl. Raya Cetho – Sukuh, Karanganyar
“Assalamualaikum Wr. Wb Terima kasih Bapak adi atas paket produknya yang telah kami terima dan setelah kami mencobanya, sangat luar biasa. Dulu sebelumnya setiap kali saya berkumpul dengan istri, selalu saja terjadi pertengkaran, karena masalah tuntutan ekonomi yang membuatanya selalu ingin di cukupi, hasilya selalu ribut dan ribut melulu, setelah memakai Bulu Perindu Bapak Adi dan di gunakan buat Pelaris usaha saya di bidang Pecah belah, Alhamdulillah setelah mengikuti saran dan arahan dari Bapak Adi Yng kontinyu saya lakukan Alhamdulillah hasilnya sungguh luar biasa, semua kebutuhan saya telah tercukupi. makasih Bapak Adi
Zabidi – zabidiward***@yahoo.com
Playen, Gunungkidul
“Awalnya sebelum menemukan program ini hati saya selalu gelisah bertahun-tahun dengan biaya tidak sedikit mencari jalan pintas namun tidak pernah hasil dan tetap gelisah, akhirnya setelah menerima paket Bulu Perindu dan membacanya ada ketenangan batin, selain Bulu Perindu yg luar biasa, programnya meyakinkan dan masuk akal serta bisa dijalankan dengan mudah, succes untuk Bulu perindu Sukma Aura ”.
Khoirul- kacuk***@yahoo.com
Jl K.Hasyim 69, Plongan, banyuwangi
“Assalamualaikum Wr. Wb. BApak Adi Bulu Perindu sudah saya terima. Pertama kami ucapkan kepada Allah karena tidak ada yang lebih kuat kecuali Allah. Dengan sebab dan lantaran Bulu Perindu, Allah memberi tambahan kekuatan kepada saya.
setahun yang lalu saya telah bertunangan dengan seorang wanita, namun 3 bulan belakangan ini tiba2 dia seolah2 sudah tidak ada respon lagi terhadap hubungan kami, dan puncak saat malamtahun baru dia memutuskan hubungan pertunangan, malu ,sedih semua bercampur menjadi satu, saat main ke internet untuk facebookan ternyata menjadi suatu hal yang menjadi pemersatu hunguan saya kembali dengan tunangan saya , tepatnya setelah melihat iklan ini fi facebook, dan saya langsung tertarik dan langsung menghubungi beliau, Alhamdulillah setelah melakukan apa saja yang di paparkan dalam kertas panduan Bulu Perindu , yang memang sangat mudah apalagi tanpa puasa,ritual dan pantangan, Alhamdulillah dalam tempo 3 hari saja tunangan saya langsung memohon ampun kepada saya, berjanji akan selalu bersama selamanya.
terima kasih BApak Adi atas Bimbingannya.
ROIHANA – roihana***@ymail.com
,Tuban, Jawa Timur

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.