Pelet Bulu Perindu | Pelet Jarak Jauh

30 Okt

bp2

Bulu perindu adalah media pelet super ampuh yang tidak bisa di ragukan lagu khasiatnya, dengan media bulu perindu Insha Allah masalah asmara anda yang kandas akan hilang selamanya, Bulu perindu sangant ampuh untuk pemikat lawan jenis, mengembalikan pasangan yang selingkuh, pengasihan , pelarisan, wibawa, pekerjaan, rezeki dari 8 penjuru mata angin, dengan memakai media bulu perindu aura anda akan hidup dan bersinar kembali, karena power kekuatan bulu perindu menyelimuti tubuh anda, bulu perindu sangat aman di gunakan dan tanpa epek samping, cukup di simpan di dompet dan di bawa kemanapun anda pergi, bulu perindu ini sangat kecil dan simpel tidak perlu repot dalam membawanya, tata cara pemakaiannya pun sangat mudah, dan anda tidak perlu ketemu dengan target yang mau di taklukkan,

Cara pemakaian bulu Perindu :
ambil bulu perindu yang kami berikan lalu kemudian letakkan di bawah bantal tidur anda, kemudian cukup sebut nama target sambil membayangkan wajahnya, kemudian kamu tinggal berangkat tidur.

Cara kerja bulu perindu adalah sebagai berikut :
saat anda menyebut namanya/ target sewaktu anda saat mau tidur maka saat itu juga target akan terbayang , teringat dengan anda, dan saat anda tidur maka di situlah power bulu perindu itu bekerja, Bulu perindu akan membuat target anda bermimpi mesra dengan anda, mimpi bercinta dan sebagainya, maka dari itu secara alamiah dan proses bawa sadarnya akan membuatnya semakin rindu dengan anda, bermesraan dan sebagainya, Bisa anda bayangkan, jika kita sendiri yang mengalami mimpi dengan seseorang, mimpi mesra, bercinta selama & hari berturut turut, bisa kamu jawab sendiri apa yang bakal terjadi.

Sedangkan bulu perindu juga sangat cocok buat pekerjaan apapun jenisnya, karena setiap pemakai bulu perindu akan mempunya aura yang menawan, setiap mata yg memandang akan terpesona dengan anda,
Sedangkan untuk rezeki akan lancar karena siapapun yang berhubungan dengan kita merasa nyaman dan senang.
sedangkan mahar Bulu perindu terbagi dua tingkatan, tingkat 1 dan tingkat 2, masing masing tingkatan ada kelebihannya masing-masing,
Untuk Tingkat 1 maharnya adalah 250 ribu rupiah, ditambah ongkos kirim 50 ribu rupiah, untuk mahar tingkat satu ini di gunakan buat yang masih jomblo, alias belum punya pacar, jadi sangat ampuh untuk menggaet pasangan, dan juga buat seperti yang saya sebutkan di atas tadi, pelarisan, pengasihan, pekerjaan, pesona diri, aura, dan banyak lagi yang berhubungan dengan bulu perindu,

Untuk tingkat 2 maharnya 500 ribu rupiah diatambah ongkos kirim 50 ribu rupiah dan totalnya adalah 550 ribu rupiah, Untuk khasiat bulu perindu tingkat 2 ini adalah mengembalikan pasangan /pacar/suami/istri yang selingkuh atau pergi dan yang sudah tidak cinta lagi, dan pastinya juga ada khasiat lainya, seperti di atas juga. seperti pelarisan, pengasihan, pekerjaan, pesona diri, aura, dan banyak lagi yang berhubungan dengan bulu perindu,

Bulu perindu di bebas dipakai semua agama dan bebas pantangan, dan bisa juga di pakai buat pasangan sejenis.
Untuk pemesanan bulu perindu
silakan transfer mahanya sesuai dengan mahar tingkatan yang anda inginkan tingkat satu apa tingkat dua,
Transfer mahar ke Bank BCA rek 7985057818
atas nama MESRIADI
setelah transfer harap konfirmasi sms ke no 0821-6748-0696
( Mesriadi ) pin BB 295BB9A9
sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu.
Bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA TIKI (titipan kilat) JNE, POS INDONESIA
Paket pengiriman anda dapat di lihat di

http://www.posindonesia.co.id

http://www.jne.co.id

dengan cara memsukkan nomor barcode/resi pengiriman
yang akan kami berikan kepada anda melalui email/sms
NB: untuk pemohon agar terlbih dahulu mengirimkan sms ke no 0821-6748-0696
terima kasih.
NB: jika 2 kali panggilan telepon tidak diangkat harap maklum berarti kami sedang sibuk, silakan tinggalkan pesan.
Dijamin 100% aman, sudah teruji dan terbukti.
Tanpa Puasa, Ritual, Amalan, dan Bebas Pantangan
Anda bisa mewariskannya sampai anak cucu
Tes Keaslian Bulu Perindu
Jika di tetesi / dibasahi air dan di letakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjub kan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat – geliat laksana seekor cacing.
Sepasang Bulu Perindu jika di dekatkan / dipertemukan ujung – ujungnya, secara ajaib akan berangsur – angsur saling menjauh.
Sekedar informasi kami telah megirimkan bulu perindu sampai ke luar negeri,
dan semua produk bebas ongkos kirim kecuali ke luar negeri kena tambahan biaya 250.000,-

.
Sekelumit kisah Bulu Perindu
BULU PERINDU

Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk “pegangan”.
Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.
Tidak lama kemudian, melahirkanlah ia dengan bahagia, ada beberapa anak rupanya yg telah ia lahirkan. ketika anak2nya lapar dan perlu makanan, pergilah sang induk burung dengan
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.
Sampai saatnya si anak burung dewasa. Mulailah latihan2 mengarungi angkasa. yang karena semangat terbangnya, si anak burung jadi lupa untuk segera pulang.
Namun Sang induk burung sudah begitu yakin. Cukup dengan memegang Bulu Perindu pd sarang tersebut, kemudian ia membaca mantera berupa siulan dan jeritan tajam, maka dipastikan semua anak2nya yg pergi terbang jauh, semuanya terpanggil dan tidak ada yg bisa melawan, semuanya datang kembali..
Wassalam Mesriadi

Harap juga di pahami tidak semua yang memakai bulu perindu ini berhasil, kita hanya berusaha semampu yang kita perbuat dan semuanya tentulah kembali kepada Allah SWT yang mengabulkan semua keinginan dan tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita.

testimonial-table-head1
“Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara,jodoh,perselingkuhan,agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha,Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi”
“Saya tidak tahu lagi harus mengucapkan apa, kecuali mengacungkan kedua jempol saya untuk Bulu Perindu Sukma Milik Bapak adi, dalam tempo 7 hari saja istri saya yang selingkuh dengan pria lain kembali ke pelukan saya serta memohon ampun dan sungkem kepada saya,
dengan membaca petunjuk Bapak adi langsung saya praktekan saran yang dibilang Beliau dan Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan.
Terima kasih Bapak Adi
Misuanur – cahayase***@yahoo.co.id
Jl. Mojosongo, Jebres, Surakarta, Jateng
“Luar biasa !!! Setelah menggunakan Bulu Perindu, saya bisa bergonta-ganti pasangan akhirnya bisa tersenyum puas…. Silahkan pesen di situs ini, dijamin bikin glegek’en.
Dan yang jelas, setelah saya merasakan manfaat dari Bulu Perindu ini, sekarang saya bisa mencari kekayaan yang sungguh mudah dan fantastis !!! Recomendasi reseller Mbak !!!”.
Binsamdony – semestar***@plasa.com
Jl. Raya Cetho – Sukuh, Karanganyar
“Assalamualaikum Wr. Wb Terima kasih Bapak adi atas paket produknya yang telah kami terima dan setelah kami mencobanya, sangat luar biasa. Dulu sebelumnya setiap kali saya berkumpul dengan istri, selalu saja terjadi pertengkaran, karena masalah tuntutan ekonomi yang membuatanya selalu ingin di cukupi, hasilya selalu ribut dan ribut melulu, setelah memakai Bulu Perindu Bapak Adi dan di gunakan buat Pelaris usaha saya di bidang Pecah belah, Alhamdulillah setelah mengikuti saran dan arahan dari Bapak Adi Yng kontinyu saya lakukan Alhamdulillah hasilnya sungguh luar biasa, semua kebutuhan saya telah tercukupi. makasih Bapak Adi
Zabidi – zabidiward***@yahoo.com
Playen, Gunungkidul
“Awalnya sebelum menemukan program ini hati saya selalu gelisah bertahun-tahun dengan biaya tidak sedikit mencari jalan pintas namun tidak pernah hasil dan tetap gelisah, akhirnya setelah menerima paket Bulu Perindu dan membacanya ada ketenangan batin, selain Bulu Perindu yg luar biasa, programnya meyakinkan dan masuk akal serta bisa dijalankan dengan mudah, succes untuk Bulu perindu Sukma Aura ”.
Khoirul- kacuk***@yahoo.com
Jl K.Hasyim 69, Plongan, banyuwangi
“Assalamualaikum Wr. Wb. BApak Adi Bulu Perindu sudah saya terima. Pertama kami ucapkan kepada Allah karena tidak ada yang lebih kuat kecuali Allah. Dengan sebab dan lantaran Bulu Perindu, Allah memberi tambahan kekuatan kepada saya.
setahun yang lalu saya telah bertunangan dengan seorang wanita, namun 3 bulan belakangan ini tiba2 dia seolah2 sudah tidak ada respon lagi terhadap hubungan kami, dan puncak saat malamtahun baru dia memutuskan hubungan pertunangan, malu ,sedih semua bercampur menjadi satu, saat main ke internet untuk facebookan ternyata menjadi suatu hal yang menjadi pemersatu hunguan saya kembali dengan tunangan saya , tepatnya setelah melihat iklan ini fi facebook, dan saya langsung tertarik dan langsung menghubungi beliau, Alhamdulillah setelah melakukan apa saja yang di paparkan dalam kertas panduan Bulu Perindu , yang memang sangat mudah apalagi tanpa puasa,ritual dan pantangan, Alhamdulillah dalam tempo 3 hari saja tunangan saya langsung memohon ampun kepada saya, berjanji akan selalu bersama selamanya.
terima kasih BApak Adi atas Bimbingannya.
ROIHANA – roihana***@ymail.com
,Tuban, Jawa Timur

Kerambit Minangkabau Berasmak Buat Jaga Badan

30 Okt

krmScreenshot_10

kerambit ber asmak buat jaga diri, rumah toko, kantor dari serangan ilmu hitam, juga buat kewibawaan agar selalu di segani orang, Sangat cocok buat pajangan sebagai koleksi di kantor rumah ataupun toko agar terlihat seperti pajangan, padahal sesungguhnya telah di isi dengan Power tenaga dalam hawa murni dan juga sudah Diasmak dengan Rajah untuk meningkatkan kharisma dan insya Allah dengan izin Allah SWT dapat melindungi dari serangan ilmu hitam, semisal santet dan sebagainya.

Power sengaja di isi ke benda tersebut agar kelihatan menawan dan tidak menarik mata awam agar terlihat seperti koleksi pribadi. dan kita bisa merasakan langsung power energi tenaga dalamnya saat memegannya.. tersedia dalam 2 pilihan model.

Spesifikasi :
– Bilah Bahan Plat Strip
– panjang bilah kurang lebih 10cm
– sudah tajam
– bilah fultang, gagang model di jepit
– panjang pegangan kurang lebih 12cm + pasak/pengunci
– sarung bahan kayu jati + ukiran

Harga Rp 550  ribu Belum termasuk ongkir

Kisah Pacar Terakhir Ku

30 Okt

PACAR TERAKHIR

Sekarang, apapun kehendak-Mu pada diriku akan aku ikuti saja tanpa protes, tanpa bertanya-tanya. Apakah karena kehendak-Mu itu hatiku menjadi senang atau sedih, susah atau gembira, derita atau bahagia, terserah. Bencana dan keberuntungan bagiku sama saja asalkan itu semua adalah demi untuk melayani-MU.

Hati yang peka, mampu menangkap getaran keberadaan serta petunjuk Tuhan. Sebaliknya, hati yang keras membatu, tidak akan mampu merasakan keberadaan dan petunjuk Tuhan. Itu sebabnya di dalam agama, kita diminta untuk melembutkan hati. Hati yang lembut adalah modal dasar agar seseorang itu mampu untuk merasakan berbagai sifat-sifat-Nya dan membuat seseorang itu mengalami KESAKSIAN.

Sebenarnya, Tuhan sudah menganugerahi setiap manusia yang hidup di dunia hati yang peka. Cobalah amati anak-anak, bagaimana dia rebutan mainan dengan temannya. Bagaimana dia sedih dan menangis bila tiba-tiba ditinggal ibunya pergi ke pasar. Itu karena, anak-anak memiliki hati yang peka.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan tumbuh remaja dan menjadi dewasa. Kepekaan hati anak-anak itu semakin berkurang sedikit demi sedikit. Akibat dominannya otak untuk merasionalisasikan kejadian-kejadian. Misalnya, buat apa menangisi ibu yang pergi ke pasar? Toh, dia nanti akan pulang ke rumah juga. Buat apa sedih ditinggal pacar? Toh kita bisa cari lagi yang lebih cantik dan sebagainya.

Otak pada orang dewasa kemudian berkuasa di atas hati. Hati tersisihkan dan terpinggirkan bahkan kemudian bisa jadi kalau bisa ditekan dan dihilangkan. Hanya pada saat-saat tertentu saja, orang dewasa merasa butuh untuk menggunakan hatinya. Namun secara umum, mereka adalah makhluk rasional (animal rationale) yang suka bermain-main dengan otaknya.

Kecerdasan intelektual lebih dominan dibandingkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Di dunia kerja, orang dewasa dituntut untuk pintar dan cerdas dibanding tuntutan untuk mampu menguasai emosi dan tuntutan untuk mampu mengerti hakikat-hakikat (kecerdasan spiritual).

Celakanya, bila manusia dewasa tidak mampu untuk menggerakkan otaknya, rasionya, nalarnya untuk menghayati betapa perlunya kita kembali mengolah kepekaan hati dan rasa maka lambat laun hatinya akan menjadi mati. Penderitaan orang lain dipahami sebagai hubungan sebab akibat dari sebuah hukum alam semata, ketimbang sebagai fenomena yang harus dibantu dan ditolong untuk dientaskan dari penderitaan.

Manusia itu seperti daun. Lambat laun daun yang hijau bugar akan menguning, tua dan gugur ke tanah. Di tanah, daun yang gugur akan diurai lagi oleh cacing dan bakteri-bakteri mikroba untuk menjadi tanah lagi. Persis manusia.

Sangat celaka bila pada masa senja dan mati, manusia tidak pernah mampu mengenal siapa Tuhan. Tidak memiliki referensi dan wacana yang holistik tentang hakikat perjalanan hidupnya di dunia yang hanya sesaat ini. Tidak memiliki pengetahuan dan kesadaran bahwa tujuan hidupnya adalah untuk mengabdi pada kehendak Tuhan.

Untunglah Tuhan Maha Welas Asih, sehingga Tuhan memberi manusia petunjuk-petunjuk yang nyata. Bisa berupa kegelisahan, penderitaan, sakit, bencana alam dan sebagainya sehingga manusia pada akhirnya mampu menalar secara logis: ada faktor X yang berada di luar logika sebab dan akibat. Tidak semua mampu diprediksi oleh manusia meskipun dia sudah mengarahkan semua potensi kecerdasannya.

Namun bagi si manusia, bencana dan derita jelas merupakan pukulan berat, bagaimana bisa terjadi bencana alam yang datangnya tiba-tiba tanpa mampu untuk bersiap-siap. Pikiran yang deterministik yang melihat segala sesuatu dalam hubungan sebab akibat, ternyata tidak mampu memprediksi apa yang akan terjadi. Pola pikir seperti ini yang kemudian dibuat secara kuantitatif dengan data-data matematis kemudian melahirkan ilmu statistik.

Ilmu statistik itu sangat arogan dan congkak. Seolah-olah semua persoalan manusia dan alam itu mampu diolah menjadi data-data matematis. Prediksi letusan gunung berapi, misalnya ditulis dalam garis-garis melalui sebuah pencatat pergerakan gunung yang kemudian dikenal engan nama seimograf. Di rumah sakit dan balai-balai pengobatan, perkembangan kesehatan pasien dicatat dalam rekam medis, hingga sedikit banyak diketahui kapan nyawa si pasien akan meninggalkan badan. Padahal, kadang-kadang prediksi itu salah. Banyak orang sakit kanker stadium empat yang telah divonis mati dalam jangka waktu tertentu ternyata bisa sehat kembali!

Ilmuwan yang dibangun dengan basis ilmu positivistik semacam ini menggejala di dunia yang serba modern. Orang modern lupa bahwa ternyata pendekatan deterministik berdasarkan hukum sebab akibat saja tidaklah cukup. Ada faktor-faktor penentu sebuah kejadian yang sering dikenal dengan invisible hand, alias tangan-tangan yang tidak terlihat.

Tangan-tangan yang tidak terlihat (bagi kacamata ilmuwan) itulah sesungguhnya takdir Gusti Allah. Hanya manusia yang peka hati, batin dan rasanya, mampu meraba apa yang akan terjadi berdasarkan atas fakta-fakta batiniah juga. Bukan berdasarkan atas fakta-fakta yang bisa dirasionalisasikan.

Persoalannya sekarang, bagaimana sebenarnya melatih agar kita memiliki kepekaan hati yang sudah luntur saat kita beranjak dewasa?

Ada banyak cara untuk latihan. Salah satunya yang sedang kita jalankan saat ini yaitu puasa. Namun kesemuanya haruslah dilakukan dengan niat yang sungguh-sungguh, bahwa latihan itu bukan tujuan melainkan hanya sarana untuk mencapai tujuan. Tujuan dari latihan adalah mencapai derajat manunggaling kawulo lan gusti. Artinya bersatunya kehendak manusia dengan kehendak Tuhan yang dalam agama dikatakan manusia yang bertakwa.

Selain latihan-latihan “resmi” sebagaimana yang dituntunkan dalam agama, kita juga mengenal berbagai latihan “tidak resmi” yang diajarkan oleh para leluhur pendahulu kita. Apalagi di Jawa yang konon gudangnya aliran kebatinan. Para sesepuh paguron ngelmu batin itu memiliki cara-cara tertentu untuk mengasah kepekaan batin dan hati.

Sebenarnya bila dipahami dalam kerangka yang lebih luas, dalam semua kegiatan hidup manusia itu sesungguhnya merupakan latihan kejiwaan dan latihan ruhani agar kita memiliki rasa yang landep/tajam.

Contohnya, dulu kita saat remaja asyik memadu kasih atau berpacaran. Pacaran itu juga bisa merupakan latihan olah rasa bila di dalamnya kita menghayati persinggungan rasa antara “aku” dengan “engkau”, bagaimana “aku” tidak ingin menyakiti “hatimu”, bagaimana “aku” ingin toleran, tidak memaksakan kehendak, dan ingin membahagiakan”mu”, dan bagaimana “aku” tidak egois dan meleburkan “aku” dan “engkau” dalam “kita”.

Bila kita sudah mampu untuk menggali hakikat hubungan asmara dengan kekasih hati, maka seiring dengan berjalannya waktu maka “pacaran” kita juga hendaknya meningkat kualitasnya. Yaitu tidak mencintai karena alasan-alasan yang hanya melulu karena dia cantik/ganteng, kaya, terpandang, berstatus dan sebagainya. Sebab alasan-alasan yang seperti itu masih berada di taraf benda. Padahal, bukankah di atas wujud jasad manusia ada yang namanya dimensi batiniah? Apalagi ruhaniah? Apalagi… apalagi … dan seterusnya.

Itu sebabnya, di dalam agama kita diperintahkan untuk memilih calon suami atau calon iseri bukan karena dia cantik/ganteng, kaya, terpandang, berstatus. Namun karena AGAMA. Sebab agama adalah keyakinan yang paling luhur yang dipegang oleh seseorang. Keyakinan wujudnya abstrak, tidak bisa dipegang dan dilihat. Namun kita yakin ada.

Bila diteruskan lagi, maka kisah kasih asmara kita hendaknya berlanjut. Berlanjut tidak hanya berada di taraf wujud fisik, jasad dan benda-benda. Naik meninggi ke taraf yang lebih substantif: abstrak, umum, universal. Meninggalkan asmara kongkret, individual, khusus.

Bila dulu “aku” mencintai “kamu” karena wajahmu yang cantik maka sekarang “aku” mencintai “kamu” karena kehalusan budi pekertimu. Selanjutnya, bila budi pekertimu sudah bagus, maka sekarang “aku” mencintaimu karena “kau” adalah memancarkan kecantikan-Nya. Bila “kau” adalah pancaran kecantikan-Nya maka sekarang “aku” mencintaimu karena “kau” adalah “Kau Gusti Allah, yang Maha Segala-Galanya”, bila “Kau Gusti Allah, yang Maha Segala-Galanya”, maka sekarang “aku” mencintaimu karena cintaku sumbernya dari Cinta-Mu. Bila “aku” mencintaimu karena cintaku sumbernya dari Cinta-Mu maka tidak bisa tidak selain “aku harus pasrah kepada kehendak-Mu….

Sekarang, apapun kehendakMu pada diriku akan aku ikuti saja tanpa protes, tanpa bertanya-tanya. Apakah karena kehendak-Mu itu hatiku menjadi senang atau sedih, susaha atau gembira, derita atau bhagia, terserah. Bencana dan keberuntungan bagiku sama saja asalkan itu semua adalah demi untuk melayani-MU.

Kepada saudara-saudaraku yang kini sedang dirundung kesedihan, derita dan bencana… yakinlah bahwa itu adalah ujian bagaimana kita akhirnya harus yakin bahwa apa yang kita miliki itu sesungguhnya hanyalah milik-Nya. Apa yang selama ini kia anggap “milik” kita apakah itu anak, isteri, keluarga, rumah, kendaraan, status, pangkat, diri, pacar, kekasih gelap atau terang, hewan ternak, tanah kaplingan, sawah maupun kerbau itu sesungguhnya hanyalah “perhiasan”-Nya semata-mata.

Ya, saudaraku, bencana alam yang sedang kau alami saat ini di belahan bumi selatan, dan kegembiraan di belahan bumi utara semuanya adalah perhiasan. Keduanya tetap sebagai bukti cintaNya kepada kita. Itu sebenarnya hakekat cinta…Bahwa sejatinya yang harus kita cintai adalah pemilik perhiasan, bukan perhiasannya itu sendiri.

Cara Membuat Pagar Ghaib

30 Okt

PAGAR GAIB

Olah rasa atau batin yang kuat akan memunculkan energi spiritual yang kuat pula. Bisa disalurkan untuk membentengi diri dan barang-barang milik kita dari pencurian dan serangan gaib pihak lain. Dalam khasanah ngelmu kebatinan dikenal dengan membuat pagar gaib. Caranya?

Kemusyrikan berawal dari ketidaktahuan. Ketidaktahuan inilah yang harus diganti dengan pengetahuan sehingga kita bisa terbebas dari kemusyrikan. Kemusyrikan adalah penyembahan kepada kepada makhluk baik makhluk hidup berupa pohon, binatang, jin, manusia maupun makhluk yang “tidak hidup” atau yang tidak memiliki nyawa bisa berupa benda-benda khusus seperti jimat, patung, komputer, uang, jabatan, kekayaan dan sebagainya.

Ajaran agama jelas melarang segala bentuk kemusyrikan atau dikenal dengan ajaran tauhid. Yaitu yang terangkum dalam satu kesimpulan penghayatan total, final dan eternal pergelaran yang ada. Kalimat itu adalah La ilaha ilallah, yang diartikan sebagai TIDAK ADA TUHAN (sesembahan yang patut disembah) selain ALLAH. Ini membutuhkan sebuah kondisi psikologis yang khusus dan berat: yaitu kepasrahan total, sumarah, sumeleh kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bagaimana bila kita percaya kepada dokter agar sembuh dari penyakit? Ini sama saja dengan musyrik atau mempersekutukan Tuhan. Bagaimana bila kita percaya kepada kekayaan agar bisa sukses? Ini juga disebut musyik. Bagaimana bila kita percaya bahwa sekolah dan pendidikan, gelar, jabatan kekuasaan sebagai cara untuk mencapai kemuliaan hidup? Ini juga termasuk mempersekutukan Tuhan. Bagaimana bila kita masih percaya pada akal budi, dan batin kita sendiri sebagai sumber pengetahuan yang bebas dari kemusyrikan? Ini juga termasuk musyrik…..

Harus diakui, pada derajat-derajat tertentu, kita masih termasuk golongan yang mempersekutukan Tuhan. Sehingga untuk mencapai TAUHID yang murni, yaitu hanya percaya bahwa satu-satunya Dzat yang wajib disembah dan diyakini sebagai SATU-SATUNYA SUMBER KEBAHAGIAAN, KESUKSESAN, KEMULIAAN adalah sebuah derajat kemanusiaan tertinggi. Makrifat kepada Allah SWT tercapai bila kita sudah mampu untuk bertauhid secara murni.

Tugas berat namun mulia. Berat karena kita butuh perjuangan untuk yakin bahwa akal budi, batin, serta semua nilai-nilai maupun benda-benda tersebut sesungguhnya hanyalah alat dan cara. Mereka semua bukan TUJUAN. Dokter adalah alat dan cara, uang adalah alat dan cara, kekuasaan dan kebahagiaan adalah alat dan cara untuk memperoleh keselamatan, dan seterusnya. Sehingga mau tidak mau kondisi bertauhid adalah menjadikan semua alat dan cara itu perlu untuk mencapai tujuan. Kebahagiaan, kesuksesan, kemuliaan adalah tangga menaiki tujuan. Tanpa adanya tangga, mustahil kita mampu mendaki untuk mencapai TAUHID.

Setelah kita memahami paradigma ketauhidan, maka pada kesempatan kali ini, ijinkah saya untuk membeberkan sebuah teknik untuk memagari diri dan semua yang masih kita klaim sebagai milik kita (padahal sesungguhnya semua ini termasuk milik-Nya) dari serangan gaib pihak yang lain. Ya, kita tetap perlu hati-hati agar terhindar dari menyeleweng dari keyakinan bahwa semua ini sumbernya tetap Allah SWT.

Pada suatu kesempatan saat saya di Gianyar Bali, saya mewawancarai seorang pemuka adat. Saya menanyakan kenapa rumah-rumah di Bali selalu ditunggu penjaga yang berupa makhluk halus (jin) di depan rumah.

Saya mendapatkan jawaban sebagai berikut: “Makhluk halus ini bagi warga Bali bukan diposisikan sebagai musuh. Mereka teman kita yang bisa untuk menjaga rumah. Kami memberi mereka sesajen setiap hari.. selain sebagai bentuk sukur pada Hyang Widi, juga sebagai bentuk penghormatan kami kepada makhluk ciptaan-Nya, di antaranya mahluk halus…mereka akan menjaga rumah kita karena kita juga menghormati keberadaannya”

Sebuah jawaban yang sangat bijaksana. Semua makhluk (baik yang hidup dan nyata maupun makhluk yang tidak kasat mata/makhluk halus) sebenarnya juga wajib dihargai dan dihormati. Manusia harus bertoleransi dan tidak saling menyakiti. Itu sebabnya, di Bali setiap pohon yang ada penghuni makhluk halus diberi kain kotak hitam putih dan diberi sesajen. Dalam konteks pagar gaib, maka orang Bali sudah membentengi benda dan barang-barang miliknya dengan menggunakan makhluk halus…

Bagaimana di Jawa? Bisa kita saksikan di lingkungan sekitar kita, rumah-rumah rata-rata orang Jawa tidak memiliki pagar gaib. Jangankan makhluk halus, pohon-pohon besar saja sekarang sudah banyak yang ditebangi digantikan pohon-pohon perdu, bunga-bunga yang hanya berfungsi estetis belaka. Padahal, ditilik dari segi kelestarian lingkungan hidup keberadaan pohon-pohon besar jelas sangat menguntungkan hidup manusia. Ya, penghormatan kita terhadap alam semesta memang mengalami degradasi…. bahkan kita tega bila hutan dirusak dan kayunya dijual.

Bila penghargaan terhadap lingkungan hidup jangan diharap kita bisa mendapatkan kekuatan alam sebagai pelindung hidup kita. Sebaliknya, pertahanan gaib manusia akan jebol dan bersiap-siap saja menunggu datangnya serangan balik dari lingkungan. Buktinya, situ gintung yang jebol, tanah longsor dan banjir menjadi fakta yang kita temui sehari-hari di kampung kita sendiri. Benar-benar mengerikan.

Pergaulan antar sesama juga mengalami degradasi. Kita menganggap orang lain sebagai musuh dan saingan untuk mencapai kesuksesan. Paling-paling, keberadaan orang lain hanyalah sarana agar kita bisa menjalin relasi yang ujung-ujungnya untuk egoisme pribadi. Kebaikan dan keakraban kita kebanyakan dilatarbelakangi oleh motif kita agar dikagumi, dipuja dan sukur-sukur mau untuk kita jadikan kuda tunggangan suksesnya bisnis kita. Wah, manusia macam apa kita ini?

Di tengah keruhnya situasi dan kacaunya nilai-nilai kemanusiaan yang seperti di atas itulah muncul banyaknya para dukun dan paranormal untuk menyediakan jasa menjual PAGAR GHAIB. Pagar gaib versi paranormal dan dukun jelas untuk kepentingan individual dan sesaat belaka. Pagar gaib itu akan melindungi pemiliknya dari pencurian, perampokan dan pengerusakan. Rumah yang diberi pagar gaib akan terhindar dari orang lain yang berniat jahat. Kalaupun toh masih ada pencuri yang bisa masuk ke pekarangan rumah, misalnya, maka pencuri akan kebingungan dan merasa tidak memiliki keberanian untuk mengambil benda-benda milik kita.

Bila kita sudah memiliki kedewasaan mental spiritual dan situasi/kondisi psikologis kita sudah siap untuk tidak masuk ke wilayah MEMPERSEKUTUKAN TUHAN, maka tidak salah untuk membuat PAGAR GAIB sendiri yang terbebaskan dari syirik. Bagaimana caranya? Metode yang dipaparkan dibawah ini menggunakan cara yang sederhana dan tanpa menggunakan makhluk halus namun memanfaatkan energi alam semesta agar alamiah dan terhindar dari ketergantungan akut pada makhluk yang lain.

Pertama, tetapkan niat bahwa semuanya ini sumbernya dari Allah SWT, dan kekuatan yang dimiliki oleh makhluk-makhluk-Nya ini sumbernya juga dari DIA juga.

Kedua, SERAP DAN SATUKAN energi Anda dengan energi alam semesta yang ada di sekeliling Anda. Dan berdoa dalam hati kepada Tuhan Yang Maha Perkasa agar niat Anda diijinkan-Nya. Tanpa ijin-Nya, semua upaya Anda pasti akan gagal…

Ketiga, lakukan kontak energi berupa menyerap dan mengarahkan energi batiniah Anda untuk memagari benda-benda milik Anda. Caranya sederhana: heningkan cipta sesaat dan bayangkan sebuah bola kristal berada di kedua tangan Anda. Masukkan benda-benda yang ingin Anda lindungi tersebut ke dalam bola kristal tersebut dan berikan pancaran energi batiniah dengan mengatakan dalam hati:

“MOBIL/RUMAH/SPD MOTOR/DIRI ANDA SENDIRI ini sudah ada dalam bola kristal gaib pemberian-Nya… kau akan aman terhadap segala bentuk kejahatan”

Selanjutnya adalah lemparkan bola kristal yang berisi bayangan benda-benda milik Anda tersebut ke angkasa dan setelah itu lupakan.

Kenapa bola kristal gaib ini harus dilupakan sesaat setelah diterbangkan ke udara? Sebab bola kristal itu akan memasuki langit keikhlasan. Tanpa memasuki langit keikhlasan, maka bola kristal yang Anda buat tidak memiliki kekuatan gaib.

Ya, Anda harus ikhlas bahwa Anda sudah berusaha secara batiniah dengan pasrah total apapun hasilnya kepada Tuhan. Semakin Anda ikhlas, maka semakin kuat energi batiniah Anda. Jin dan makhluk halus yang ingin memasuki pagar gaib Anda akan terlempar dan menjauh. Manusia yang memiliki niat jahat pun akan mengurungkan niatnya. Semuanya pasti ATAS IJIN ALLAH SWT.

Langkah terakhir setelah Anda berupaya secara gaib adalah melakukan pengamanan harta milik Anda secara standar sebagaimana biasanya. Baik itu menggunakan gembok, dikunci dan diletakkan dengan benar dan sebagainya. Sebab, setelah berdoa Rasulullah juga mengikat unta agar tidak lepas dari tangannya. Nah, mudah bukan?

Perkumpulan Ngesti Tunggal

30 Okt

PAGUYUBAN NGESTI TUNGGAL

Salah satu saat yang paling saya sukai saat malam hari adalah berkumpul dengan rekan-rekan wong Jowo yang menamakan dirinya Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu). Jangan bayangkan paguyuban seperti ini semacam sekte tertutup, eksklusif dan wingit tapi sebaliknya. Mereka adalah sama seperti kita yang terbiasa diskusi ngalor ngidul secara ilmiah maupun batiniah.

Seperti Senin malam kemaren. Saya bergabung dengan komunitas ini untuk membahas satu buku induk Paguyuban Ngesti Tunggal yang bernama SERAT SASONGKO JATI. Setelah membaca dan mengartikan kata demi kata buku babon berbahasa Jawa itu, kami terlibat dalam diskusi tentang spiritualitas ketuhanan lintas agama dan kepercayaan.

Mulailah kami membahas tentang tingkatan-tingkatan untuk memahami hakikat sholat, mulai dari SEMBAH RAGA, SEMBAH CIPTA DAN SEMBAH RASA. Sholat diartikan sembah raga, karena di dalam sholat kita melakukan aktivitas fisik tertentu yang sesuai dengan syariat agama. Mulai dari apa arti dari mengangkat tangan saat takbir sampai sujud. Sholat diartikan sembah cipta apabila pikiran kita terfokus pada satu titik yaitu Gusti Allah. Dan yang terakhir adalah sholat sebagai sembah rasa, yaitu sholat adalah sebagai sarana rasa sejati kita untuk bertemu dengan Tuhan Yang Maha Dekat.

Mengartikan sholat semacam ini tentu saja tepat dan mendalam. Sholat tidak hanya aktivitas fisik, melainkan psikis dan juga ruhani kita haruslah madep mantep tanpa mikir ngalor ngidul lagi Semuanya bersatu dalam fokus dalam suasana batiniah yang hening untuk bertemu dan bertamu, menghadap wajah-Nya, berkomunikasi rasa antara aku sejati dengan Engkau Sejati yaitu, Allah.

Intinya, bahwa sholat adalah wahana dan sarana kita untuk manunggaling kawulo Gusti, bersatunya aku dengan AKU-NYA Tuhan. Persenyawaan ini bisa dipahami karena dalam sholat sesungguhnya kita sedang membuka kulit-kulit perasaan manusiawi kita yang kasar sehingga tinggallah dalam diri kita satu perasaan dasar yang murni atau rasa, yang merupakan jati diri seorang individu (aku). Aku Sejati inilah manifestasi Tuhan dalam individu tersebut. “Rasa adalah aku dan aku adalah Gusti”

Dalam sholat juga terungkap adanya tujuan hidup manusia yaitu untuk TAHU dan MERASAKAN. Rasa tertinggi dalam dirinya sendiri. Pengakuan akan rasa tertinggi ini dicapai dengan cara memiliki kehendak yang murni dengan cara memusatkan kehidupan batinnya, mengintensifkan dan memusatkan semua sumber spiritualnya pada satu fokus kecil namun mampu menghasilkan energi terbesar.

Pada tingkat pengalaman sholat yang merupakan kebersatuan dengan eksistensi tertinggi, kita bisa merasakan semua yang ada ini sejatinya SATU DAN SAMA, keakuan kita hilang dalam individualitasnya. Ini disebabkan karena rasa aku itu bersumber dari Gusti Allah, sebuah obyek abadi yang dialami semua subyek manusia.

Pengetahuan tentang rasa tertinggi merupakan tujuan pencarian mistik yang luhur dan harusnya menjadi tujuan keagamaan semua kepercayaan dan semua agama. Tindakan pemahaman ini sering dianggap memiliki dua tahap utama: NING harafiah berarti HENING, diam yang menunjuk kepada emosi yang setenang-tenangnya dan kemundian NING KEJERNIHAN dan PENGETAHUAN yang dalam, GERAK HATI yang mengikuti keheningan dan yang bisa merupakan sesuatu yang sangat emosional. Biasanya hal ini dilukiskan sebagai SUWUNG atau KOSONG atau KABEH KUI SEJATINE ORA ONO, SING ONO KUI DUDU. (Semua itu hakikatnya tidak ada, yang ada itu sesungguhnya tidak ada…)

Untuk mencapai sholat sekhusyuk-khusyuknya, seseorang harus NGESTI TUNGGAL. Ngesti artinya menyatakan semua kekuatan individu dan mengarahkannya langsung kepada sesuatu tujuan tunggal, pemusatan kemampuan fisik, psikologis dan ruhaniah ke ALLAH SWT saja. Hal ini merupakan penggalian mental yang intens pencarian pengertian yang didukung oleh kehendak yang tidak tertahankan dan suatu penggabungan ke dalam suatu kesatuan sederhana dari berbagai kekuatan di dalam individu tersebut. Semua indera, emosi, seluruh proses fisik psikis tubuh dibawa ke satu persenyaraan dan dipusatkan kepada SATU TUJUAN TUNGGAL, GUSTI ALLAH SWT…..

Akhirnya, tanpa kami sadari diskusi sedemikian gayeng. Malam yang dingin berganti pagi. Adzan subuh bergema dan kami bergegas untuk Ngesti Tunggal.

Pamer Kesaktian Kebal

30 Okt

PAMER ILMU KEBAL

 

Banyak sekali iklan-iklan di media (majalah/internet) yang menawarkan belajar di perguruan-perguruan yang bernuansa mistis seperti belajar ilmu kanuragan/ kekebalan atau sejenisnya. Bahkan saya menemukan di youtube yang memperagakan seseorang kebal ditembak, ditusuk dan disilet. Nah pada kesempatan kali ini akan kita bahas tentang ilmu kebal karena blog KAMPUS WONG ALUS adalah wahana tempat belajar bersama sehingga kita bisa cerdas dan tidak mudah ‘diakali’ atau dibohongi orang tanpa fakta dan bukti yang mendukung.

Mungkinkah masih ada orang jaman sekarang yang punya ilmu kebal yang paten artinya kebal beneran? Mungkin masih ada meskipun jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Kecuali UNTUK PERTUNJUKAN dan itu pun pelaku harus dalam kondisi TRANCE, kesurupan alias TIDAK SADAR sehingga dia dimasuki JIN yang membuat POWER mereka jadi SUPERMAN. Namun begitu ia sadar, maka tidak kebal. Itu berarti mereka tidak SUNGGUH-SUNGGUH kebal. NAH, mau kah Anda berada dalam kondisi KESURUPAN BERLAMA LAMA? tentu tidak bukan?

Di youtube ada yang konyol. Seseorang pamer ilmu kebal, diberondong tembakan polisi tidak mempan. Konon, sumber ilmu kebal adalah jimat dan kemudian didor bagian jari hingga jimat terlepas. Dia pun apes. Tersungkur di tanah.Yang pertama, perhatikan secara jelas, apakah para polisi itu menembak dengan benar. Yang kedua, peluru apakah yang dipergunakan polisi tersebut? Peluru tajam atau peluru hampa? Peluru hampa tak akan melontarkan proyektil peluru karena hanya berisi mesiu saja. Yang ketiga, kenapa disaat polisi menembak orang yang katanya preman tersebut justru dinding dari rumah preman tersebut yang pada bolong?

Jika memang para polisi itu menembak dengan benar, bukankah peluru yang digunakan akan mental karena preman tersebut berilmu kebal? Kenapa justru dinding rumah yang jadi berlubang? Dikatakan lagi, jimat si premanlah yang membuat preman tersebut kebal, namun anehnya, kenapa jimat tersebut ditembak dan si preman berdarah? Bukankah masih menempel di tubuh preman yang artinya preman tersebut kebal terhadap senjata sekalipun pistol?

Perhatikanlah dengan jelas peristiwa yang bisa anda saksikan diatas. Semuanya tidak seperti pada kenyataannya. Ilmu kebal sebagaimana ditayangkan di youtube adalah ilmu yang tidak asli. Ilmu kebal yang hanya dijadikan sebagai tontonan dan hiburan pada sebuah pertunjukan semata. Dan pengujinya adalah “orang=orang terpilih” yang memang sudah dipersiapkan seolah-olah mereka adalah penonton yang nyatanya mereka adalah para krunya sendiri. Bagaimana dengan pertunjukan memakan api? ya tetap dengan menggunakan LATIHAN FISIK dan POTENSIAL membuat tubuh terluka.. Karena semuanya itu bukanlah ilmu kebal yang asli, tetapi merupakan ketrampilan dan teknik semata. Marilah tidak mudah percaya terhadap sesuatu yang tidak nyata. Otak, logika, nalar dan akal budi yang diberikan Tuhan kepada manusia bukanlah hanya sebagai pajangan, namun perlu digunakan untuk menyikapi semua hal dan itu yang membedakan manusia dengan binatang, yaitu berakal budi.Tidak sedikit kisah masa lalu di era raja-raja nusantara, seseorang pribumi yang kebal akhirnya tewas diberondong pelor oleh kumpeni Belanda. Pelor yang dipakai untuk menembus kekebalan seseorang pun terkadang harus dioleskan dengan sejenis minyak, bahkan terkadang harus memakai peluru emas .Memang saya tidak menolak dan tetap dimungkinkan seseorang mampu menguasai berbagai ILMU KEKEBALAN tanpa trik. NAMUN YA ITU TADI, TETAP MENGGUNAKAN KETRAMPILAN DAN LATIHAH KEKUATAN TUBUH disertai PENGARUH ENERGI JIN. Misalnya di India ada satu festifal kekebalan dengan cara congkel mata namun mereka sudah terlatih dan mengetahui TEKNIK dan METODE agar tidak merusak mata. (Jadi DILARANG DIPRAKTEKKAN BILA TIDAK AHLI YANG TERLATIH).

Karena penasaran, sejak tahun 1979 saya melalang buana dari ujung barat sampai timur, hanya ingin mencari ilmu yang benar-benar ilmu. Misalnya ilmu yang berkaitan dengan kanuragan/kekebalan yang benar-benar. Bukan sulap dan trik-trik.

Sudah banyak orang-orang tua dan perguruan-perguruan tenaga dalam yang katanya bisa mengajari ilmu kanuragan/kekebalan tapi semua nonsen alias kosong. Pernah saya belajar di suatu perguruan kanuragan yang mengajarkan kekebalan, pernah saya dicoba memang saat itu tidak mempan bacok, tapi setelah beberapa lama tidak kebal lagi. Kemudian saya pindah berguru mencari suhu/guru ke berbagai tempat diajarkan ajian dan ilmu-ilmu, mantra-mantra, berpuasa mutih dan sebagainya, sudah saya jalankan semua. Mulai tingkat ilmu kebal senjata biasa hingga tingkat kebal senjata pusaka (keris, tombak, dll). Hasilnya? nol juga. Ada juga guru yang mencoba atraksi dengan golok yang saya punya, namun akhirnya jebol juga.

Yang jelas sampai pada saat ini belum saya temukan orang yang benar-benar kebal senjata. Sekebal apapun orangnya akan tetap jebol bila ditusuk dengan jenis pusaka TOMBAK PENATASAN. Pemilik ilmu kebal sehebat apapun akan jebol dengan tombak jenis ini. MAU COBA? hehe.. jangan dulur…. nanti urusannya jadi panjang….

Kemudian saya belajar di satu perguruan olah nafas nah disini justeru terasa manfaatnya yaitu olah pernapasan dan KESEHATAN, BUKAN KEKEBALAN. Oleh sebab itu saya berpesan: Jangan mudah percaya sebelum melihat dan menjalani sendiri. Akhirnya saya berpikir dulu Nabi juga gak kebal semua apa yang terjadi karena kehendak Tuhan.

Mulailah saya berpikir, bagaimana Ilmu kebal bila dilihat dari sisi Aqidah Islam? Kami bukan memusuhi orang yang menggunakan ilmu kebal, namun kalau kita kaji lebih dalam di setiap even peperangan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW, maka kita lihat bahwa sepanjang sejarah kita tidak menemukan indikasi beliau SAW menggunakannya.

Padahal kalau dipikir-pikir, Rasulullah SAW pernah diminta oleh para jin muslim untuk mengisi pengajian. Bahkan para shahabat sampai kebingungan mencari beliau SAW. Ketika hari berganti, tiba-tiba Rasulullah SAW muncul lagi dan beliau mengatakan telah diundang oleh sekumpulan jin yang ingin belajar agama Islam.

Kalau kita pikir secara logika, mengapa beliau SAW tidak minta bantuan jin untuk mengisi para shahabat dengan ilmu kebal sehingga tidak mempan dibacok atau disabet dengan pedang? Mengapa para jin itu tidak ikut perang melawan para kafir Jahiliyah di Medan Badar, Uhud, Khandak dan lainnya?

Jawabnya ada di masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Beliau adalah nabi terakhir yang diberi kekuasaan dan wewenang untuk memanfaakan bangsa jin oleh Allah SWT. Sepeninggal beliau, para nabi yang lain tidak diberikan wewenang itu. Mereka diminta berjuang di jalan Allah dengan segala resiko fisik.

Maka Nabi Zakaria pun harus mati di gergaji oleh kaumnya yang membangkang. Padahal kalau memang dibolehkan, seharusnya Nabi Zakaria pun minta bantuan jin untuk diberi ilmu kebal agar tidak mempan dibacok.

Seandainya meminta bantuan jin dan mengisi raga dengan ilmu kebal itu dibenarkan secara aqidah, seharusnya Rasulullah SAW tidak perlu patah giginya dan hancur mukanya saat dilempari batu di Thaif. Dan semua peperangan selama 23 tahun di zaman kenabian itu tidak perlu menghasilkan sejumlah syuhada’.

Namun karena aqidah Islam melarang kita meminta bantuan kepada jin, meskipun jin muslim sekali pun, maka kita tidak pernah melihat para mujahidin sepanjang zaman yang pakai ilmu kebal. Wal hasil, Rasulullah mengajarkan doa-doa keselamatan dan kemenangan dalam pertempuran.

Kalau pun ada pertolongan dari Allah, maka pertolongan itu turun dengan sendirinya. Itu adalah karomah yang Allah berikan kepada siapa saja dari para hambanya yang shalih, yaitu yang beraqidah benar, menjalankan hukum halal dan haram secara benar, dan juga selalu menghindari diri dari dosa, kebencian, kebengisan dan dendam.

Para mujahidin sepanjang zaman menang berjihad melawan orang kafir karena usaha strategi dan doa-doa amalan tertentu, atau karena dirajah atau diberikan amalan khusus. Itu syariatnya, hakekatnya mereka menang karena pertolongan Allah. Karena yang mereka tegakkan adalah kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, bukan kepentingan sesaat, bukan dendam yang tidak jelas, juga bukan kepentingan dan agenda orang-orang di belakang layar.

Itulah jihad yang dilakukan para mujahidin di masa lalu, dan itulah yang dilakukan oleh para pahlawan di negeri kita sendiri. Dengan cara itulah kita melawan Belanda dan Jepang di masa lalu. Jihad kita bukan untuk memukuli sesama muslim karena berbagai persoalan yang tidak jelas, hanya karena dipanasi oleh media yang sangat berat sebelah.

Semoga Allah SWT melindungi kita dari beragam jebakan Iblis yang inginnya kita selalu berseteru dengan sesama muslim. Semoga Allah memadamkan tipu daya Iblis dan memenangkan agama-Nya.

BERBAGAI TRIK ILMU KEBAL DI MASYARAKAT….

Siapa yang tidak takjub melihat atraksi di mana para pemain debus berdemonstrasi kebal dicambuk, tubuh tidak tertusuk duri salak ketika mereka berguling di atas hamparan duri salak, perut dimartil dengan al-madad, mengunyah beling dan silet, tubuh kebal bacokan dan sayatan. Bahkan terkadang bisa membuat orang yang menontonnya menjadi jantungan sebab mengerikannya atraksi-atraksi tersebut. Agar tidak penasaran, mereka bisa melakukan atraksi mengerikan itu ? buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan membongkar rahasia-rahasia tersebut:

  1. KEBAL PUKULAN CAMBUK

Beberapa group kesenian tradisional debus atau kuda lumping sering memperagakan kekebalan tubuhnya terhadap sebetan cambuk. Benarkah hal itu karena kekebalan tubuh atau karena teknis memukulnya ?

Jawabnya tentu hanya trik saja. Tekhniknya sebenarnya adalah bagaimana cara pemain debus dalam mencambuk seseorang. Pemukul harus berupaya untuk tidak memukul dengan ujung cambuk. Tetapi harus menggunakan teknis “pukul putar” yang artinya, ketika memukul harus menggunakan bagian tengah cambuk, sehingga memberikan efek ujung cambuk melingkari bagian yang terkena. Dengan demikian maka rasa sakit akan berkurang, karena yang menimbulkan sakit dari pukulan cambuk berasal dari ujung cambuknya dan bukan dari bagian tengah cambuk. Tehnik “pukul putar” selain akan menghindarkan dari rasa sakit juga akan menimbulkan efek suara ledakan cambuk.

Selain itu ada juga tehnik lain yaitu dengan menggunakan pelindung dari bahan kulit kambing atau kulit kerbau yang dipakai melingkar pada bagian dalam tubuh.

Pelindung tersebut mempunyai fungsi ganda. Selain kulit tidak merasakan sakit, benturan ujung cambuk dengan pelindung tersebut akan menimbulkan suara yang keras.

Tetapi untuk penggunaan pelindung kulit binatang tersebut haruslah rapi dan hati-hati. Cara mengikat pada tubuh harus benar-benar kuat.

Setelah itu pemain debus mengupayakan menutupnya dengan kaos dalam, baru setelah itu pemain debus mengenakan baju atau kaos yang resmi. Fungsi kaos tersebut adalah untuk mengelabui penonton, sebab tanpa adanya kaos dalam maka penonton akan curiga.

Jika pemain debus kesulitan mendapatkan pelindung dari kulit, mereka biasanya menggunakan karton tebal. Sedangkan para pemain kuda lumping umumnya menggunakan pelindung dari bengkung atau ikat pinggang wanita yang melingkari perut secara berangkap-rangkap.

  1. BERGULIR PADA HAMPARAN DURI SALAK

Bagaimana kita tidak terheran-heran jika melihat atraksi kekebalan berguling pada hamparan duri salak yang terlihat tajam. Untuk bisa mendapatkan kekebalan itu dikatakan oleh pemain debus haruslah belajar ilmu ghaib yang sangat berat. Sesungguhnya atraksi yang mereka lakukan itu hanyalah sebuah trik.

Mengapa para pemain debus itu selalu menggunakan duri salak ? Rahasianya karena duri salak walau tajam dan panjang, namun memiliki kelenturan yang sangat elastis sehingga ketika tertimpa oleh tubuh maka durinya akan rebah sehingga tidak menusuk kulit, apalagi kulit manusia sampai tekanan tertentu memiliki kekenyalan dan elastisitas yang tinggi. Setiap orang asal berani mencoba yakinlah tidak akan terjadi apa-apa, kecuali kulit orang tersebut akan sedikit memerah dan jikapun sampai lecet hanya akan mengenai kulit ari dan tidak pernah ada insiden duri salak akan masuk ke dalam tubuh pemain debus sebab mereka tahu tehniknya

Percayalah! Banyak pemain debus yang telah berani mencoba, mereka semua selamat. Tidak akan terjadi hal-hal yang membahayakan seperti duri salak tersebut akan menembus tubuh mereka, kecuali hanya akan meninggalkan sedikit ruam merah pada kulit mereka

  1. PERUT DIMARTIL

Kita kerap melihat ditelevisi atau bahkan melihat secara langsung peragaan dari pemain debus yang memegang Almadad, lalu ditusukkan di perutnya dengan cara dipukul dengan palu godam.

Permainan ini mempunyai rahasia, yaitu almadad tersebut harus dipegang dengan kedua tangan. Tujuan dari pegangan tersebut selain untuk memeganginya juga sekaligus menahan sentakan atau tekanan dari pukulan palu godam.

Dengan demikian maka ujung besi yang kelihatannya lancip tersebut hanya sedikit menempel pada perut. Sehingga kemungkinan menjadi luka amatlah kecil. Apalagi pada saat pemain debus lain memukul dengan palu godam, pemain debus yang memegang almadad juga memegang dengan erat almadad tersebut.

Selain menggunakan cara menahan laju lancipan besi almadad dengan kedua tangan, ada juga yang menggunakan sabuk khusus. Sabuk tersebut terbuat dari kulit binatang yang dirangkap. Dan untuk hal ini cara mendemonstrasikannya, kulit binatang yang melilit diperut tidak boleh kelihatan dan harus tertutup baju.

Tehniknya adalah :

  1. Pemain debus memegang almadad  tersebut dengan kedua tangan pada ujung lancipan dan pada tengah besi almadad.
  2. Posisi kuda-kuda dari yang menerima pukulan adalah kuda-kuda depan
  3. Badan agak sedikit membungkuk ke depan.

Ketiga posisi di atas sangat membantu pemain debus dalam menahan benturan palu godam

  1. Mengunyah Beling dan Silet

Siapa yang tidak menggeleng-gelengkan kepala ketika para pemain debus dengan tenangnya mengunyah beling dan silet lalu ditelannya. Namun semua itu ada tehnik yang bisa kita pelajari. Berikut ini penjelasan rahasianya :

MENGUNYAH BELING

Demonstrasi mengunyah dan memakan semprong lampu ini banyak dilakukan para pemain kuda lumping dan para pemain debus. Pada atraksi ini sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja tidak perlu harus belajar ilmu ghaib yang aneh-aneh.

Tehnik memakan beling ini biasanya pemain debus atau kuda lumping memilih beling yang tipis dan rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon yang terbuat dari stum yang memang jika pecah tidak tajam dan tidak membahayakan jika tertelan. Sebelum memakan beling pemain debus harus makan makanan yang lengket seperti pisang atau ketan. Fungsi makanan tersebut akan mengamankan dan lebih melindungi usus dari kemungkinan adanya sisa-sisa beling yang tidak bisa dicerna. Untuk lebih amannya sebelum dan sesudah atraksi makan beling tersebut para pemain debus makan makanan yang lengket. Kita tidak perlu menggolongkan ketrampilan memakan beling sebagai permainan mistik dan magis, sebab sebagian besar orang pasti bisa melakukannya asal tahu tehniknya dan berani.

Kunci atraksi makan beling adalah : Tidak boleh ada gigi yang berlubang.
Pilih jenis beling yang paling tipis dan paling rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon. Beling (semprong lampu atau lampu neon) harus dikunyah sampai benar-benar halus barulah ditelan. Dalam mengunyah jangan ragu-ragu tetapi harus mantap dan tempatkan beling tersebut selalu diantara gigi.

MENGUNYAH SILET

Satu lagi jenis permainan mengunyah yang lebih spektakuler adalah mengunyah silet. Namun rahasia permainannya juga tak jauh beda dengan cara mengunyah beling. Untuk melakukan atraksi ini seseorang jangan memilih jenis silet yang liat seperti merk Goal tetapi pilihlah yang bermerk Tiger yang lebih rapuh dan mudah patah. Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membuat permainan ini lebih terkesan spektakuler, yaitu sebelum silet dikunyah dibuat untuk memotong-motong kertas terlebih dahulu.

Tehnik pelaksanaannya adalah hilangkan terlebih dahulu ketajaman silet dengan cara menggosokkannya pada benda-benda keras seperti besi, batu dan sebagainya. Lalu biarkan sebagian kecil ujung dari salah satu sudut silet itu tajam, dan bagian itu nantinya akan digunakan untuk memotong-motong kertas. Penonton tak akan mengetahui trik tersebut kerena mereka menganggap bahwa seluruh bagian silet memiliki ketajaman semuanya.

Ketika atraksi makan silet berlangsung seorang pemain debus harus tetap memegang ujung dari sudut silet yang masih tajam tersebut dan ujung silet tersebut dipatahkan dengan digigit lalu disembunyikan pada sela-sela jari jemari.

  1. TUBUH KEBAL BACOKAN DAN SAYATAN

Siapa yang tak heran dan takjub ketika melihat atraksi para pemain debus yang membacok dan menyayat-nyayat tubuh dengan golok bahkan ada juga atraksi kebal dengan sayatan silet yang tajam. Namun semua demonstrasi itu bisa dipelajari dan ada tehniknya. Berikut ini penjelasan rahasianya:

MEMBACOK TUBUH DENGAN GOLOK

Pada atraksi kita dapat melihat adanya pemain yang membacok-bacokkan golok ke berbagai bagian tubuhnya, namun mereka sama sekali tidak terlihat kesakitan dan kulit mereka sama sekali tidak terluka. Sesungguhnya atraksi ini hanyalah trik belaka dan siapapun juga bisa melakukannya jika sudah tahu tehniknya.

Caranya adalah dengan mempersiapkan golok yang tidak terlampau tajam. Golok yang tidak terlalu tajam, jika dibacokkan pada daging tidak akan membuat daging terluka. Pilihlah anggota badan yang banyak dagingnya seperti dada, perut, leher, lengan paha dan punggung. Jangan mengenai anggota badan yang bertulang seperti kepala, tulang kering sebab dengan sedikit benturan dengan benda tidak tajam sekalipun bisa menimbulkan luka lebam. Selain itu membacoknya juga dengan teknik : ketika bacokan mengenai lengan, ikuti gerakan golok seolah lengan pemain debus terdorong oleh kerasnya sabetan golok. Padahal yang terjadi adalah pemain debus itu mengikuti gerakan golok agar benturan itu dapat diminimalisir. Selain trik di atas, seorang pemain debus biasanya ber-acting untuk mendramatisir atraksi mereka.

Jika ada yang bertanya atau mengkritisi ”Jika benar golok pemain  itu tidak terlampau tajam, mengapa pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dalam sekali tebas? Penjelasannya adalah pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dengan sekali tebas karena mereka tidak mengikuti gerakan golok ketika dibacok, jadi benturan diterima 100%. Selain itu pelepah kelapa dan leher ayam memang mudah terkoyak karena strukturnya tidak padat seperti kayu jati ataupun kenyal dan elastis seperti bagian perut, paha, dada atau lengan. Dan biasanya, ketika para pemain akan membacoknya, ia melafadzkan do’a-do’a khusus sambil mengusap-usap golok sehingga para penonton semakin terhipnotis.

HARUS DIPERHATIKAN

  1. Permain melakukan atraksi kebal bacok ini hanya pada bagian tubuh yang banyak dagingnya.
  2. Pemain biasanya berhati-hati agar tidak menggoreskan golok, sebab meskipun agak tumpul tapi golok bisa melukai jika digoreskan dengan kuat. Biasanya jika pemain ingin melakukan atraksi kebal sayatan dengan menyediakan pedang bermata dua. Salah satu dibuat agar tumpul, benar-benar tumpul, atau pemain debus juga bisa menggunakan golok yang bagian depannya tajam tapi belakang tumpul atau sebaliknya.
  3. Untuk meyakinkan penonton, pemain selalu untuk melakukan “pengujian” senjata sebelum mereka melakukan ujicoba bacok / sayat. Ada juga variasi yang tak kalah dramatis, yaitu di mana salah satu pemain debus meletakkan buah-buahan seperti pisang, semangka, timun atau sayur-sayuran seperti sayur kol di paha atau bagian tubuh lain seperti perut atau dada. Kemudian pemain lain mencacah dengan golok sayuran atau buah-buahan tadi di salah satu bagian tubuh tertentu seperti paha, perut atau dada. Walau pemain mencacah dengan begitu banyaknya ternyata tubuh yang jadi dasar tempat meletakkan sayuran atau buah tadi tidak terluka. Bagaimana rahasianya? Sesungguhnya atraksi ini tergolong sangat ringan, namun juga memiliki resiko yang tinggi jika tidak tahu tehniknya.

Cara melakukan yang paling aman adalah :

  1. Sasaran yang dicacah atau dirajang diletakkan pada bagian perut, karena bagian tersebut tidak memiliki tulang dan sangat kenyal juga elastis sehingga bisa menetralisir sabetan golok.
  2. Pemain tidak mencacah dengan cara mengiris sebab akibatnya bisa fatal, kecuali bagi mereka yang sudah berpengalaman.
  3. Pemain mengatur agar daya ayun untuk mencacah buah atau sayur tersebut jangan sampai terlalu keras. Upayakan ayunannya hanya untuk memutuskan sasaran benda di atas perut (atau bagian tubuh lain yang lunak) dan secepatnya diangkat atau jika mengenai perut upayakan jangan terlalu keras. Dengan memperhatikan aturan-aturan di atas, para pemain debus akan mampu memperagakannya dan ini bukanlah mistik melainkan hanya tehnik belaka.

MENGGORES ATAU MENGIRIS TUBUH DENGAN GOLOK

Demonstrasi kekebalan kulit yang mempunyai efek bahaya adalah tehnik goresan. Karena secara alami, gerakan senjata menggores lebih memiliki daya sobek luar biasa pada kulit, karet atau benda-benda yang cukup kenyal dan elastis, dibandingkan dengan cara senjata tersebut diayunkan atau dipukulkan pada benda yang kenyal dan elastis.

Tetapi kita terkadang melihat adanya atraksi debus yang memperagakan atraksi kekebalan dengan cara menggores tubuh. Namun jika kita sudah tahu tehniknya hal ini bukan barang mustahil bisa dilakukan oleh siapa saja.

Caranya adalah dengan cara menggunakan senjata tajam yang sudah diatur seperti membiarkan bagain-bagian tertentu pada senjata tersebut tumpul dan bagian tertentu lainnya tetap tajam.

Tujuannya agar nanti anda bisa meyakinkan penonton dengan cara menguji ketajaman pada benda-benda seperti batang pisang, pelepah kelapa dan benda lainnya.
Dari penjelasan di atas, penonton akan menjadi yakin kerena mereka tidak mengetahui bahwa pada bagian senjata tersebut ada wilayah pedang tajam dan ada pula wilayah pedang tumpul.

Tehnik menggores umumnya dilakukan dengan cara tidak memberikan tekanan yang kuat, sehingga amat masuk akal apabila kulit menjadi aman dari ketajaman senjata walaupun senjata yang digunakan bagi pemain yang profesional dapat memakai senjata yang cukup tajam.

ATRAKSI KEBAL SAYATAN SILET

Atraksi kebal sayat silet menggunakan silet yang sudah dimodifikasi. Silet tersebut salah satu sisinya ditumpulkan dengan cara menggosokkannya ke batu. Setelah itu, masukkan lagi ke bungkusnya dengan rapi dan kemudian di-lem merekat seperti baru. Ingat, karena pada umumnya silet yang baru dianggap benda sangat tajam, maka atraksi ini sering berhasil membuat orang terkagum-kagum.

Cara Atraksi:

  1. Pemain mengambil silet baru yang sudah dimodifikasi itu.
  2. Pemain meminta penonton untuk membukanya, agar dia yakin bahwa silet itu masih baru.
  3. Ambil silet itu, kemudian gunakanlah untuk mengiris kertas atau koran. Selain membuktikan pada penonton bahwa silet itu tajam, manfaat lain dari langkah ini adalah : Pemain bisa mengetahui sisi silet mana yang tajam dan yang tumpul.
  4. Setelah pemain yakin mengetahui sisi silet yang tumpul, atraksi pun dimulainya.
  5. Pertama kali, pemain biasanya mencoba menyayat rambutnya. Mengapa rambut dulu ? Karena jika ternyata pemain salah memegang sisi silet, maka tidak terjadi luka yang membahayakan.
  6. Setelah berhasil dengan sayat rambut, Pemain lalu melakukan sayatan di mana saja. Agar lebih seru, pemain juga menyayat penonton. Dengan mengatakan “orang yang saya pegang juga ikut kebal karena aliran energi dari tubuh saya”.
  7. Setelah atraksi selesai, Biasanya pemain debus mengamankan silet tersebut.

NAH, ITU SEMUA PERTUNJUKAN. KITA HARGAI DAN HORMATI PROFESI MEREKA KARENA TUJUAN MEREKA ADALAH UNTUK MENGHIBUR. TOH MEREKA BUTUH MAKAN UNTUK MENGHIDUPI KELUARGANYA BUKAN? OLEH SEBAB ITU BILA ADA ATRAKSI PERTUNJUKAN ILMU KEBAL KITA HARUS TETAP TUNJUKKAN ANTUSIAS DAN JANGAN MELECEHKAN MEREKA. KASIHAN…

OKE, SALAM PASEDULURAN.. RAHAYU RAHAYU RAHAYU….

Ilmu Pandangan Penjerat Cinta

30 Okt

PANDANGAN PENJERAT CINTA

Ilmu pelet yang satu ini tergolong istimewa karena untuk menaklukkan hati seorang cukup dengan memandang tengkuk sasaran.

Amalannya sebagai berikut:
1. Puasa 3 hari 3 malam dimulai hari Selasa kliwon. Selama puasa dilarang makan makanan yang berasal dari beras/nasi. Yang dimakan hanya sayur dan buah-buahan.
2. Saat berpuasa setiap jam 12 malam lakukan sholat hajat baca; Surat Al Fatihah 10 x, Al-Insyirah 10 x, Al Ashri 10 x.
3. Pada malam Rabu selesai sholat hajat baca Al Fatihah 20 x, Al Insyirah 20 x, Al Ashri 20 x.
4. Pada malam Kamis baca Al Fatihah 30 x, Al Insyirah 30 x, Al Ashri 30 x.
5. Pada malam Jumat lakukan sholat hajat kemudian sediakan lilin dan nyalakan lalu pandangi lilin tersebut dengan nafas perlahan dan teratur kemudian baca Al Fatihah 10 x, Al Insyirah 10 x, Al Ashri 10 x. Apabila lilin tersebut padam itu berarti pandangan mata telah memiliki daya, namun jika tidak padam berarti amalan harus diulang dari pertama lagi. 3. Jika sudah berhasil maka jika kita ingin menggunakannya cukup memandang tengkuk sasaran sambil baca Al Fatihah 3 x, Al Insyirah 3 x, Al Ashri 3 x.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.